Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Nurdin, menyebut artis sinetron Aldi Taher masih terdaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD DKI dari Partai Bulan Bintang (PBB).
Padahal Aldi Taher juga termasuk dalam daftar Bacaleg DPR RI dari Perindo.
"Sepertinya nama itu (Aldi Taher) ada (di daftar Bacaleg DPRD DKI," ujar Nurdin saat dikonfirmasi, Rabu (17/5/2023).
Karena itu, Nurdin menyatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi untuk memastikan keikutsertaan Aldi Taher.
"Akan kami sampaikan ke parpolnya bahwa calon tersebut ganda, agar partai melakukan klarifikasi ke yang bersangkutan, mau nyaleg di mana.
Jika memang Aldi Taher memilih untuk ikut serta dalam Pileg DPR RI dari Perindo, maka Nurdin akan meminta PBB untuk mencoret dan mencari penggantinya.
"Nanti kami cek, kalau dalam verifikasi ternyata benar, maka kami minta parpol yang bersangkutan untuk mencoret dan mengganti nama tersebut," pungkasnya.
Nyaleg DPR
Sebelumnya, Aldi Taher resmi mengajukan diri sebagai bakal calon legislatif (Caleg) DPR RI untuk Partai Perindo untuk Pemilu 2024.
Baca Juga: Jadi Bacaleg, Aldi Taher Ogah Rugi Jual Atribut Partai, Warganet: Agak Lain Abang Ini
Dia akan bertarung di daerah pemilihan (Dapil) Jabar 2 yang mencakup Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
"Bismillah, saya bacaleg DPR-RI dari Partai Perindo Dapil Jabar 2, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat," ujar Aldi Taher lewat akun TikTok pribadinya, dikutip Selasa (16/5/2023).
Menariknya justru Aldi Taher malah menjual barang kampanye. Adapun atribut itu mencakup kemeja dan topi yang memiliki logo Partai Perindo.
Tak hanya itu, atribut ini juga bisa dikustom oleh calon pembeli seperti menambahkan nama mereka.
"Saya mau nawarin dagangan satu paket kostum Partai Perindo yang keren. Ada topi, kemeja. Ini nanti bisa dikasih nama sesuai nama kalian," terang Aldi Taher sambil memperlihatkan barang jualannya itu.
Sementara harga baju kampanye yang dijual Aldi Taher itu mencapai Rp 250.000 untuk satu setel.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Tak Peduli Warga Minoritas, Pendeta Ini Ungkap Masa Sulit Saat Badai Pandemi Jakarta
-
Beda dengan Caleg Lain, Cara Unik Aldi Taher Promosi Tuai Sorotan
-
Kiky Saputri Akui Diajak Jadi Caleg untuk Pemilu 2024, Tapi Ditolak
-
Jadi Bacaleg, Aldi Taher Ogah Rugi Jual Atribut Partai, Warganet: Agak Lain Abang Ini
-
Agak Lain, Aldi Taher Maju Nyaleg Malah Jual Atribut Kampanye: Satu Setel Rp250 Ribu
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar