Suara.com - Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi merespons adanya sekelompok relawan Jokowi dan Gibran memilih untuk mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Ia meminta agar tak dipanas-panasi.
Budi Arie menilai adanya dukungan terhadap Prabowo itu sah-sah saja. Sekaligus menegaskan agar keputusan politik tersebut tak perlu dibuat 'panas'
"Pokoknya begini, kita mau Pemilu 2024 ini menyejukkan, enggak usah dipanas-panasin," ujarnya kepada wartawan saat menghadiri acara Yayasan Aktivis 98 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2023) malam.
Budi juga menyatakan, Projo belum menentukan arah dukungan bagi bakal calon presiden di Pemilu 2024. Keputusan terkait arah dukungan tersebut rencananya baru akan disampaikan pada Oktober 2023 mendatang.
"Oktober kita akan bersikap, ditunggu ya," kata Budi.
Sebagaimana diketahui, sekelompok relawan Jokowi dan Gibran yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah telah menyatakan dukungan kepada Prabowo sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Dukungan itu disampaikan Koordinator Jateng-Jatim, Kuat Hermawan Santoso di hadapan Prabowo secara langsung pada Jumat (19/5) malam di Solo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, turut hadir putra Jokowi, Gibran yang juga Wali Kota Solo.
"Saya sampaikan kawan-kawan relawan ini mendukung Pak Prabowo di Pilpres 2024," ujar Hermawan.
Hermawan saat itu mengklaim relawan Jokowi-Gibran berjumlah sekitar 23 ribu orang. Mereka berasal dari Pantura, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Baca Juga: Relawan Gibran Dukung Prabowo, Adian Napitupulu Yakin Lubuk Hati Jokowi Memilih Ganjar
"Sebelum lebaran teman-teman relawan masih liar, setelah lebaran di undang Mas Wali untuk halal bi halal open house dan teman-teman agak jinak. Dan hari ini setelah ketemu Pak Prabowo semakin yakin dan semoga tetap setiap digaris masa," katanya.
Berita Terkait
-
Relawan Gibran Dukung Prabowo, Adian Napitupulu Yakin Lubuk Hati Jokowi Memilih Ganjar
-
CEK FAKTA: JK Blak-Blakan Memaparkan Segala Sesuatu Tentang Prabowo Subianto?
-
Prabowo Bertemu SBY di Pacitan, AHY Bakal Jadi Cawapresnya? Cak Imin: Tidak Ada Itu
-
Gegara Bertemu Prabowo, Senin Ini Gibran Rakabuming 'Disidang' DPP PDIP, Putra Jokowi: Saya Siap...
-
Keluarga Jokowi Dapat Keistimewaan dari PDIP, Pengamat Ingatkan Jangan Sampai Mereka Lupa Sejarah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz