Suara.com - Sederet pejabat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai flexing atau pamer harta. Asal-usul kekayaannya pun kerap ditelusuri KPK hingga beberapa dari mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Di mana rata-rata menerima gratifikasi.
Adapun yang diperiksa KPK itu dimulai dari Rafael Alun Trisambodo. Setelahnya, beragam nama pejabat lainnya muncul dan informasi soal harta tak wajar tersebut kebanyakan disebar melalui media sosial. Lantas, siapa saja mereka? Berikut daftarnya.
1. Rafael Alun Trisambodo
Harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo disorot usai anaknya, Mario Dandy Satriyo terlibat kasus penganiayaan. Di mana saat itu, berbagai kendaraan mewah kerap dipamerkan sang anak di media sosial. Warganet pun beramai-ramai mencari tahu informasi soal LHKPN miliknya.
Setelah ditelusuri, hartanya mencapai Rp56 miliar dan terbilang sangat fantastis untuk pejabat eselon III Kemenkeu. Atas dasar ini, KPK mulai melakukan pemeriksaan hingga Rafael dipecat dari jabatan Kabag Umum DJP Kanwil Jaksel dan menjadi tersangka gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
2. Eks Kepala BPN Jaktim
Mantan Kepala BPN Jakarta Timur, Sudarman Harjasaputra, dipanggil KPK setelah istrinya, Vidya, flexing gaya hidup mewah di media sosial. Salah satu yang dibagikan dan menjadi viral, yakni dirinya sedang berfoto di depan Menara Eiffel.
Istrinya itu juga terciduk memiliki tas hingga gaun mewah. Berdasarkan penelusuran dari laman LHKPN-nya periode 2021, Sudarman memiliki kekayaan sebanyak Rp14,7 miliar. Angka ini bisa dibilang tak masuk akal dengan harta yang kerap dipamerkan.
3. Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta
Selanjutnya, ada mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto yang diciduk KPK usai pamer pesawat Cessna seri 127 melalui media sosialnya. Setelah viral, ia menghapus akunnya dan menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kekayaan tersebut. KPK pun mengonfirmasi pesawar itu milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
4. Pegawai Ditjen Hubla Kemenhub
Pegawai Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub, Muhammad Rizky Alamsyah, ikut diperiksa KPK usai sang istri pamer gaya hidup mewah di media sosial. Diantaranya saat berpergian ke luar negeri dengan pesawat kelas bisnis. Hal ini pun dibenarkan Jubir Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan resminya.
5. Pejabat Dishub DKI
Massdes Arouffy harus diberhentikan dari jabatan Kabid Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Hal ini merupakan buntut dari istrinya yang kerap pamer tas mewah. Salah satunya, Hermes Birkin warna hitam yang harganya mencapai Rp1,5 miliar.
Baca Juga: Terkait Korupsi Bansos, KPK Geledah Kantor Kementerian Sosial
Tak hanya istri, anak perempuan Massdes juga ikut memamerkan tas-tas mewah. Adapun koleksinya mulai dari Lady Dior Bag senilai Rp 60 juta hingga Balenciaga Rp 17,6 juta. Atas dasar ini, KPK memanggilnya pada 11 April 2023 untuk dimintai klarifikasi soal harta kekayaannya.
6. Kadinkes Lampung
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung Reihana ikut diklarifikasi KPK lantaran sering terlihat memakai barang mewah. Padahal, kekayaannya di LHKPN untuk periode 2022 tercatat hanya sebesar Rp2,7 miliar. KPK pun mulai mencari asal-usul hartanya hingga menemukan kejanggalan.
7. Kepala Bea Cukai Makassar
Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia dikonfirmasi telah menerima gratifikasi. Adapun dirinya mulai disorot usai keluarganya flexing harta di media sosial. Terlebih dalam LHKPN berjumlah Rp14,8 miliar, aset rumah mewahnya tidak tercatat.
8. Sekda Riau
Sekda Riau SF Hariyanto masuk dalam daftar pejabat yang diperiksa KPK usai istrinya pamer harta dan gaya hidup mewah di media sosial. Ia sempat berdalih bahwa apa yang dimiliki sang istri adalah barang-barang KW. Ia sudah dua kali diklarifikasi KPK, yakni pada 6 Maret dan Senin (22/5/2023).
9. Pejabat Pemkot Jakarta Utara
Kasi Peningkatan Kualitas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Suku Dinas PUPR Jakarta Utara, Selvy Mendagi, diperiksa KPK dan dicopot dari jabatannya. Ia disorot setelah pamer gaya hidup mewah. Anaknya bahkan flexing mobil Mazda 3 senilai Rp500 juta. Hal ini tak hanya sampai disitu.
Selvy dan keluarganya kerap menggunakan barang mewah, seperti tas Gucci-Leather + Supreme Floral Shoulder Bag Red Multi Floral seharga Rp23,7 juta. Lalu, struk-struk reservasi saat mereka menginap di hotel mewah dengan total sebesar Rp 38,4 juta.
Tag
Berita Terkait
-
Terkait Korupsi Bansos, KPK Geledah Kantor Kementerian Sosial
-
KPK Geledah Kementerian Sosial Terkait Korupsi Beras Bansos Covid-19
-
Telisik Kiprah Konsultan Pajak Rafael Alun, KPK Cecar Tiga Pihak Swasta
-
Babak Baru Kasus Rafael Alun: Anak Sendiri Mario Dandy Jadi Saksi Kejahatannya
-
Telusuri Harta tak Wajar Reihana, KPK Telisik Proyek di RSUDAM Lampung
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi