Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan tiba di Ancol untuk menonton ajang balap Formula E 2023. Kedatangannya tersebut berhasil menyita perhatian warga yang datang di acara tersebut dan langsung diserbu untuk berfoto.
Anies dan keluarga tiba pada pukul 12.26 WIB, Sabtu (3/6/2023). Ia dan keluarga langsung masuk dan berjalan menuju area sirkuit.
Para penonton tampak menyerbu Anies yang tengah berjalan tersebut. Warga berdatangan untuk mengabadikan foto dan video bersama Anies.
Seperti diketahui, ajang balap Formula E di Jakarta pertama kalinya digelar pada tahun lalu, pada saat Anies Baswedan menduduki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Saat itu, Anies Baswedan nonton langsung dan juga dihadiri oleh Presiden Jokowi.
Gelaran Jakarta E-Prix 2023 dilaksanakan pada Sabtu (3/6/2023) dan Minggu (4/6/2023). Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro) Iwan Takwin menyebut Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2024.
Iwan mengatakan bahwa kepercayaan tersebut adalah hasil dari keberhasilan penyelenggaran Formula E yang dilaksanakan pada tahun 2022 di Jakarta.
Diteriaki Presiden 2024
Dalam kerumunan tersebut, terdengar para penonton yang tengah berfoto meneriaki Anies sebagai Presiden 2024. Anies menanggapi teriakan tersebut dengan senyuman.
Baca Juga: Pascal Wehrlein Juarai Seri ke-10 Ajang Formula E 2023 Jakarta
"Anies Baswedan for president 2024" ucap salah satu penonton.
"Pak Anies presiden," timpal penonton lainnya.
Sengaja Tak Beli Tiket VIP
Dalam kesempatan tersebut, Anies yang menghadiri acara bersama dengan keluarganya tersebut hanya membeli tiket Grandstand 2E yang harganya ditaksir mencapai Rp 1 juta per tiketnya.
Ia juga mengaku telah lama membeli tiket Grandstand 2E tersebut pada saat masih dijual oleh panitia pelaksana. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku ingin datang menonton pertunjukan balap mobil listrik tersebut dengan santai.
Pada saat ditanya terkait dengan alasannya tidak membeli tiket kelas VIP yang harganya lebih mahal, Anies menjawab bahwa ia merasa tidak harus membeli tiket kelas VIP dan bisa memilih kategori apapun.
Berita Terkait
-
Pascal Wehrlein Juarai Seri ke-10 Ajang Formula E 2023 Jakarta
-
Bamsoet dan Sandiaga Beri Piala ke Pemenang Formula E Jakarta 2023, Anies Nonton Doang
-
Dua Tahun Berturut-turut, Pebalap Formula E Jagoan Anies Gagal Finis di Jakarta
-
Jadwal Jam Tayang Kualifikasi dan Race Formula E Jakarta 2023
-
Ogah Ikut-ikutan, Anies Serahkan ke Jakpro Rencana E Tahun Depan Mau Pakai Jalan Raya Tengah Kota
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK
-
Bertemu Dubes Filipina, Yusril Jajaki Transfer Narapidana dan Bahas Status WNI Tanpa Dokumen