Suara.com - Registrasi online rekrutmen bersama Badan Usaha Milik Negera (BUMN) 2023 telah berakhir pada 20 Mei 2023 lalu. Selanjutnya, bagi yang dinyatakan lolos, kapan tes online rekrutmen BUMN 2023? Tes Online Tahap I akan diadakan pada 12 – 20 Juni 2023.
Bagi pendaftar yang dinyatakan lolos bisa bersiap-siap dari sekarang agar memperoleh hasil maksimal dan dapat melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya.
Bagi pendaftar dengan jenjang pendidikan D-III, D-IV/S-1, dan S-2 materi Tes Online Tahap I meliputi Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes AKHLAK. Sementara bagi pendaftar lulusan SMA/ sederajat materi tes hanya TKD saja. Hasil Tes Online Tahap I akan diumumkan Juli 2023. Kemudian bagi yang dinyatakan lolos akan mengikuti Tes Online Tahap II yang dijadwalkan pada 16 – 20 Juli 2023. Jadwal ini tentatif dan kemungkinan bisa berubah.
Dalam Tes Online Tahap II ini materi yang diujikan bagi lulusan D-III, D-IV/S-1, dan S-2 adalah Bahasa Inggris. Sementara bagi lulusan SMA/ sederajat merupakan Tes AKHLAK. Persiapan menghadapi tes online bisa dilakukan segera setelah pengumuman tes tahap pertama dirilis.
Demikian jadwal tes online Rekrutmen Bersama BUMN 2023. Perlu diingat bahwa setiap peserta harus memperhatikan dan up to date dengan jadwal agar tidak terlewat. Pasalnya, jika tidak mengikuti tes yang dipersyaratkan maka peserta dinyatakan gugur.
Jenis-Jenis Tes BUMN Tahap I
Jenis-jenis Tes Online BUMN Tahap I terdiri dari TKD dan tes AKHLAK. Tes Kemampuan Dasar (TKD) menjadi tes yang akan mengukur kemampuan dasar, meliputi tes verbal, numerik, dan gambar. Terkait TKD, ada yang berpendapat bahwa tes ini hampir mirip dengan TPA dan Psikotes, yang mencakup Tes Matematika Dasar, Tes Verbal, Tes Seri Angka, Tes Penalaran Bentuk Ruang.
Sementara itu tes AKHLAK dilakukan untuk mengukur sejauh mana relevansi antara visi kandidat dengan nilai-nilai yang diusung oleh BUMN. Tes AKHLAK teridiri lima nilai utama BUMN yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Soal-soal dalam tes AKHLAK akan biasanya berupa studi kasus yang mencerminkan nilai-nilai BUMN. Kandidat kemudian harus memilih satu perilaku yang dianggap paling sesuai untuk menghadapi kondisi seperti dalam soal.
Demikian penjelasan mengenai Tes Online Tahap I BUMN. Semoga berhasil dalam meraih karier yang diinginkan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK