Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto digugat ke pengadilan oleh salah satu kadernya di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Alasan gugatan yang diajukan Ramli, anggota DPRD Kabupaten Pangkep itu karena dia tak terima setelah dipecat dari Partai Gerindra.
Dalam gugatannya, Ramli menganggap pemecatannya tidak sesuai aturan internal Partai Gerindra serta melanggar aturan hukum yang berlaku. Simak duduk perkara Prabowo digugat kadernya ke pengadilan berikut ini.
Duduk Perkara Prabowo Digugat
Gugatan Ramli itu ditujukan pada 4 orang pimpinan partai Gerindra. Mereka adalah Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Mahkamah Partai Gerindra Habiburokhman, Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan Andi Irwan Aras dan Ketua DPC Kabupaten Pangkep, Kamrusamad.
Kuasa hukum Ramli, Firmansyah mengatakan kliennya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) karena telah mendapatkan surat pemberhentian selaku anggota Partai Gerindra Kabupaten Pangkep.
"Klien kami selaku penggugat menganggap pemecatan itu tidak sesuai aturan internal Partai Gerindra serta melanggar aturan hukum," ucap Firmansyah usai menghadiri sidang perdana kliennya di Pengadilan Negeri Pangkep pada Senin (5/6/2023).
Sidang perdana telah digelar pada Senin (5/6/2023) kemarin. Namun sidang itu hanya dihadiri dari pihak tergugat I yakni Ketua DPC Partai Gerindra Pangkep yang diwakili oleh kuasa hukumnya. Sementara itu tergugat II yakni Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Tergugat III Ketua DPP Partai Gerindra dan tergugat IV Ketua Mahkamah Partai Gerindra tidak hadir.
Dengan demikian, sidang perdana dengan agenda mediasi tidak dapat dilanjutkan karena 3 orang tergugat lainnya tidak hadir. Alhasil, ketua majelis hakum menunda sidang dan memberikan kesempatan pada para pihak untuk hadir dan akan memanggil kembali para tergugat untuk hadir pada sidang berikutnya.
Rencananya, sidang berikutnya akan digelar pada Selasa (13/6/2023) mendatang di Pengadilan Negeri Pangkep dengan menghadirkan para tergugat dan penggugat.
Sosok Ramli Kader Gerindra di DPRD Pangkep
Ramli merupakan salah satu caleg DPRD Pangkep yang lolos periode 2019-2024. Kader Gerindra ini lahir di Pulau Sapuka, 10 Februari 1984 sehingga kini berusia 39 tahun. Dia mewakili dapil IV yang meliputi Kecamatan Liukang Tangayya dan Liukang Kalmas.
Rekam jejak pendidikan Ramli, yakni menempuh pendidikan SD dan SMP di Pulau Sapuka kemudian di SMA 4 Makassar. Setelahnya Ramli melanjutkan pendidikan kuliah S1 dan S2 di Jurusan Hukum UMI Makassar. Dia punya istri bernama Tenri Ayu Puspitasari dan tiga anak bernama Muh Aufar, Nur Almagfira dan Asyifa Atika Maruddani.
Ramli mengaku punya terobosan untuk DPRD Pangkep kedepannya. Kekinian dia masih berada di Komisi 1 DPRD Pangkep.
"Masih banyak perda yang harus dibuat, seperti perda tentang pengelolaan sampah plastik," ucapnya.
Sementara itu soal alasan Ramli kembali mencalonkan diri, karena aspirasi rakyat yang masih menginginkan dia maju dan duduk di DPRD Pangkep. "Masih banyak masyarakat yang menginginkan saya maju. Jadi tahun ini terobosan saya semoga bisa terlaksana pemerataan jaringan untuk semua pulau khususnya di Liukang Kalmas," jelasnya.
Berita Terkait
-
Menteri Pertahanan Ukraina Tolak Usulan Menhan RI Soal Proposal Damai dengan Rusia, Komisi I DPR Mewanti-wanti
-
Proposal Damai dari Menhan RI untuk Ukraina-Rusia Ditolak, Dubes Negara yang Diinvasi Menyatakan Ketidakmungkinan
-
Surver Terbaru SMRC: Ganjar Pranowo Unggul Pada Pemilih Kritis, Dukungan Anies Baswedan Makin Melemah
-
Belum Umumkan Nama Pendamping Meski sudah Muncul Nama Erick Thohir, Prabowo Subianto bakal Diskusi Bareng Jokowi
-
Jadinya Diejek Menhan Ukraina, Prabowo Dinilai Terlalu Ambisius Mendamaikan Dunia: Urus Dulu Tuh Papua
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat