Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan ada ribuan pejabat penyelenggara negara yang belum membuat laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2022.
Berdasarkan data kepatuhan LHKPN per 31 Mei 2023, tercatat ada 6.389 yang belum memberikan LHKPN 2022. Sementara itu untuk penyelenggara yang sudah memberikan LHKPN 2022 tercatat 365.333 dari total wajib lapor berjumlah 371.722. Adapun pencapaiannya sekitar 98,28 persen.
"Belum lapor sampai hari ini 6.389," kata Firli dalam paparannya di rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (7/6/2023).
KPK membuat empat kategori penyelanggara yang wajib lapor. Mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, dan BUMN/BUMD. Dari emlat kategori itu tercatat lembaga legislatif menjadi paling rendah pencapaiannya.
Tercatat di lembaga eksekutif pencapaian lapor LHKPN mencapai 98,49 persen. Adapun penyelanggara yang sudah melalor sebanyak 286.130 dari total wajib lapor 290.530. Sementara yang belum lapor sebanyak 4.400.
Pencapaian penyelenggara di lembaga legislatif dalam melapor LHKPN sekitar 92,86 persen. Tercatat dari total wajib lapor 20.045, yang sudah melapor 18.614. Sedangkan yang belum ada 1.431.
Lembaga yudikatif tingkat pencapaiannya 99,21 persen. Sebanyak 18.393 yang sudah melaporkan LHKPN dari total wajib lapor 18.540. Sedangkan yang belum lapor ada 147.
Untuk penyelenggara negara di BUMN/BUMD pencapaiannya 99,04 persen. Total yang sudah melapor sebanyak 42.196 dari wajib lapor 42.607 dan yang belum lapor sebanyak 411.
Firli menekankan pentingnya LHKPN. Pasalnya LHKPN dari penyelenggara negara menjadi salah satu upaya untuk pencegahan korupsi.
Baca Juga: LHKPN ASN Dinkes DKI Ngabila Diduga Tidak Sesuai, Pemprov DKI Minta Segera Lakukan Perbaikan
"Bagaimana kita bisa meningkatkan kesadaran untuk tidak melakukan korupsi dengan salah satu alat ukur yaitu laporan harta kekayaan penyelenggara negara," ujar Firli.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa