Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap hasil klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) milik Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil.
Pahala Nainggolan selaku Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK menyebut bahwa Maulan mempunyai sumber pendapatan lain selain daripada gajinya sebagai kepala daerah.
Selain menjabat sebagai wali kota, Maulan juga memiliki perkebunan sawit, kos-kosan, hingga ruko. Pahala juga menegaskan penyelenggara negara mempunyai aset bukanlah sesuatu hal yang salah, yang jelas asal muasal aset tersebut harus jelas.
"Sudah diklarifikasi, bahwa yang bersangkutan punya sumber pendapatan lain. Selain sebagai walikota, dia juga punya perkebunan sawit. Punya juga kos-kosan, punya ruko. Nah itu sekarang lagi kami kumpulkan, kira-kira pendapatan berapa, kami estimasi," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Selasa (23/5/2023).
Sebelumnya, Maulan Aklil dipanggil oleh lembaga antirasuah tersebut pada 17 Mei 2023 lalu. Hal tersebut dikarenakan laporan yang ia sampaikan pada LHKPN yang mencapai Rp 11,3 miliar.
Lantas, berapakah harta kekayaan dari Maulan Aklil tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Harta Kekayaan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil
Melansir dari laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkan pada 2021, ia memiliki harta kekayaan mencapai Rp 11.380.412.373 atau Rp 11,3 miliar.
Dari total tersebut, diketahui Maulan Aklil diketahui memiliki aset berupa tanah dan bangunan dengan total Rp 11.105.200.000 atau Rp 11,1 miliar dan menjadi aset terbesar yang dimiliki oleh Maulan Aklil.
Baca Juga: Profil Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Asal-usul Harta Kekayaannya Bakal Diusut KPK
Ia juga memiliki kekayaan berupa alat transportasi dan mesin dengan total Rp 220.000.000, kas dan setara kas dengan total Rp 55.212.373. Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Maulan Aklil tidak memiliki utang dan juga surat berharga.
Namun, total kekayaan yang bernilai fantastis tersebut dapat diklarifikasi oleh Aklil. Dalam klarifikasinya, Aklil menyebut bahwa sumber kekayaan yang dimilikinya tidak hanya bersumber dari gajinya sebagai Wali Kota, ia memiliki sumber kekayaan lain yakni dari perkebunan sawit, kos-kosan, hingga ruko.
Maulan disebut-sebut memiliki sebanyak 19 bidang tanah perkebunan. Untuk sumber kekayaan Maulan lainnya saat ini tengah ditelusuri oleh pihak KPK yang sudah dikirim ke Pangkalpinang.
"Untuk itu KPK akan kirim tim ke Pangkalpinang, mendalami asal usul kepemilikan aset, di samping untuk memastikan bahwa semua aset yang ada di LHKPN itu memang, semua yang dimiliki sudah dilaporkan," ujar Pahala Nainggolan.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Profil Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Asal-usul Harta Kekayaannya Bakal Diusut KPK
-
Eks Kadis Pemerintahan Ini Dicopot Jabatan dan Dipanggil KPK, Buntut dari Ulah Pamer Harta!
-
Wali Kota Pangkalpinang Punya Sumber Pendapatan Lain, KPK: Kebun Sawit hingga Kosan!
-
Ngeri! 7 Harta Kekayaan Calon Wakil Presiden Pendamping Ganjar Pranowo, Termasuk Prabowo Subianto
-
Harta Kekayaan Kadinkes Banten Capai Rp24,5 M, Warganet Bandingkan dengan Reihana di Lampung
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam