Suara.com - Inisiator Warga Muda Wildanshah menilai saat ini anak muda berpolitik, tetapi tidak dalam hal yang formal seperti tergabung dalam partai politik. Dengan begitu, peserta pemilu dinilai perlu menyiapkan strategi yang tepat.
Meski begitu, lanjut dia, saat ini anak muda aktif menyoroti perpolitikan Indonesia melalui media sosial. Dia memprediksi para calon presiden akan berupaya menarik simpati anak muda dengan cara menyesuaikan diri dengan pasar anak muda.
Menurut Wildan, strategi pertama para calon presiden untuk menarik pemilih muda ialah mengikuti kebiasaan anak-anak muda seperti ikut nonton konser, berkuliner, dan ke tempat wisata.
"Kedua, ada strategi yang mengambil simpati anak muda dari hobi entertainment-nya anak muda," kata Wildan dalam acara berjudul 'Persepsi Anak Muda Jelang Pemilu Serentak Tahun 2024' pada Selasa (20/6/2023).
"Ketiga, menggunakan komedi politik. Kebanyakan anak muda tidak memilih berdasarkan ideologi, tapi hal-hal yang ringan di kehidupan. Hal ini yang membuat komedi politik menjadi penting untuk menggaet pemilih muda," tambah dia.
Strategi selanjutnya ialah menggaet pemilih muda dari segi fashion karena dinilai akan lebih mendekatkan diri kepada pemilih karena berpakaian dengan gaya yang sama.
Kemudian kelima, ada juga istilah berdasarkan ikon karena para pemilih muda cenderung akan memilih yang ikonik dan unik.
Dengan begitu, dia menyimpulkan bahwa anak muda cenderung belum menentukan pilihan sehingga menjadi peluang bagi para calon presiden maupun partai politik untuk lebih gencar mensosialisasikan diri.
"Hampir sebagian besar anak muda membutuhkan informasi seputar peserta yang nanti akan berkontestasi dalam Pemilu 2024. Informasi ini dibutuhkan mereka untuk menjadi dasar keputusan mereka untuk memilih pada hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang," tutur Wildan.
Baca Juga: PKPU 10/2023 Wujud Kemunduran Regulasi Keterwakilan Perempuan
Untuk itu, partai politik dan kandidat disebut harus memiliki strategi komunikasi yang tepat untuk pendekatan kepada anak muda sehingga dapat menggaet suara pemilih anak muda pada Pemilu 2024 nanti.
Berita Terkait
-
AHY dan Puan Maharani Bertemu di GBK, Demokrat Tegaskan Tak Desak Anies Baswedan Segera Deklarasi Cawapres
-
Keterwakilan Perempuan di Lembaga Penyelenggara Pemilu Minim, Eks Anggota Bawaslu Mengaku Miris
-
Keterwakilan Perempuan di Indonesia, Puskapol UI: Satu Langkah Maju, Dua Langkah Mundur
-
PKPU 10/2023 Wujud Kemunduran Regulasi Keterwakilan Perempuan
-
Penyelenggara Pemilu Terancam Kehilangan Ribuan Honorer Saat Tahapan Pemilu; KPU Cari Cara, Bawaslu: Perpanjang Dong
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo