Suara.com - Tentu Anda sudah dengar tentang kabar seorang warga Cirebon yang berhasil menciptakan alat pengubah air menjadi bahan bakar bukan? Adalah Aryanto Misel, yang memberikan nama Nikuba pada alat ini. Untuk mengenal apa itu Nikuba, berikut ulasannya.
Apa Itu Nikuba?
Nikuba pada dasarnya memiliki fungsi untuk memisahkan Hidrogen dan Oksigen yang ada di dalam air. Proses yang dilakukan adalah dengan elektrolisis. Hidrogen yang berhasil dipisahkan akan dialirkan ke ruang pembakaran kendaraan bermotor, mirip dengan bahan bakar pada umumnya.
Bagian Oksigen, akan kembali mengalami proses elektrolisis menjadi Hidrogen, dan dialirkan lagi ke ruang pembakaran kendaraan bermotor. Meski demikian, Nikuba hanya dapat mengolah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat untuk menjadi bahan bakar.
Harganya Cukup Ekonomis
Pembuatnya menyebut bahwa untuk 1 liter air yang dikonversi jadi Hidrogen, bisa membuat kendaraan menempuh jarak antara Cirebon hingga Semarang, pulang pergi.
Tentu saja hal ini kemudian banyak menarik minat. Tidak hanya masyarakat lokal, bahkan dikabarkan Aryanto telah diajak bekerjasama dengan perusahaan otomotif asal Italia.
Hingga saat ini, hak paten atas alat temuannya ini masih terus diupayakan. Untuk satu unit Nikuba, Aryanto hanya memberikan harga sebesar Rp 4.500.000. sangat ekonomis bukan?
Telah Dipasang di Kendaraan Dinas Milik TNI Setempat
Baca Juga: Soal Kemungkinan Wildcard buat Alvaro Bautista di MotoGP, Ini Kata Ducati
Mengacu pada kabar yang beredar di berbagai media, Nikuba sendiri sudah dipasang pada beberapa kendaraan dinas milik TNI yang ada di sekitar lokasi tempat tinggal Aryanto.
Setidaknya, sudah ada 31 unit kendaraan dinas milik TNI yang dipasangi alat ini. 30 unit dipasang pada kendaraan milik TNI dari Kodam III/Siliwangi, sementara 1 unit lain di pasang di kendaraan dinas milik anggota TNI dari Koramil Lemahabang.
Anggota TNI dari Koramil Lemahabang sendiri bertugas sebagai Babinsa di Desa Wilulang, dan mengaku hanya memerlukan kurang dari setengah liter air untuk operasionalnya selama kurang lebih empat hari di area kerja yang dimilikinya.
Tentu saja jika dikembangkan dan diteliti lebih lanjut, inovasi ini akan menjadi salah satu hal yang revolusioner, dan dapat membantu masyarakat menghemat bahan bakar minyak karena dapat mulai beralih pada bahan bakar air dengan standar kualitas tertentu.
Kabar terbaru yang beredar menyebutkan bahwa Nikuba, alat ciptaan Aryanto Misel ini telah dilirik oleh produsen otomotif luar negeri.
Dikutip dri Hops.id, pria asal Cirebon tersebut berangkat ke markas Ferrari, Ducati dan Lamborghini di Italia pada 28 Juni 2023. Ia bersama dengan support Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo sebagai Pangdam III/Siliwangi, Aryanto Misel bersama petinggi PT Octagon menemui para petinggi perusahaan otomotif ternama tersebut.
Berita Terkait
-
Nikuba, Apa Itu dan Bagaimana Kelanjutan Kontroversinya?
-
Bagaimana Efisiensi Nikuba, Air Bisa jadi Sumber Energi Pengganti Bensin?
-
Aryanto Misel Klaim Ciptakan Alat yang Bisa Ubah Air Jadi Bahan Bakar Sepeda Motor
-
LUAR BIASA Aryanto Misel Warga Desa Cirebon Ciptakan Mesin Ubah Air Jadi Bahan Bakar Motor
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat
-
Sekolah Rakyat Brebes Mulai Jalan Juni, Wamensos Minta Penjangkauan Siswa Tepat Sasaran
-
BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP
-
Studi Ungkap Polusi Batubara Diam-Diam Kurangi Produksi Energi Surya Global, Mengapa Bisa?
-
Marak Aksi Begal, Sahroni Minta Semua Polda Harus Tindak Tegas: Tembak di Tempat!
-
Sempat Mangkir, Heri Black Kembali Dipanggil KPK di Kasus Suap Bea Cukai