Suara.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap isi bisikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kepada dirinya dan Menkumham Yasonna Laoly. Adapun bisikan itu disampaikan Megawati dalam momen resepsi pernikahan cucunya.
Momen Megawati berbicara kepada Mahfud dan Yasona itu diunggah Yasonna melalui akun Instagram pribadinya, @yasonna.laoly.
"Banyak, banyak masalah-masalah penting kenegaraan, tetapi tidak bisa disampaikan di sini dalam waktu pendek itu diceritakan panjang," kata Mahfud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2023).
Mahfud menegaskan tidak bisa menceritakan isi percakapan, meskipun hanya salah satunya. Menurutnya kalau pun diceritakan tetapi harus disampaikan secara utuh, namun membutuhkan waktu panjang.
"Nggak ada salah satunya, harus semuanya," kata Mahfud.
Kendati begitu, Mahfud menegaskan tidak ada pembicaraan seputar cawapres maupun Pilpres 2024.
"Nggak bicara soal Pilpres," kata Mahfud.
Mahfud mengatakan ada topik pembicaraan seputar Hak Asasi Manusia atau HAM. Ia lantas menyampaikan pesan dari Megawati terhadap dirinya pada perbincangan beberapa waktu lalu.
"Ya, selenggarakan negara ini dengan baik gitu pesannya, secara konstitusional tegakkan konstitusi kalau negara ingin maju itu pesan Bu Mega," kata Mahfud.
Sementara itu, Yasonna dalam unggahan foto di Instagram menuliskan keterangan dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan Rosa dan Mohammed.
"Kemarin malam saya menghadiri Resepsi Pernikahan Mohammed, putra dari Bapak Ali Marc Karoui dan Dyah Pitaloka (Rosa), putri dari Bapak Mohammad Rizki Pratama ( Mas Tatam, anak Pertama dari Ibu Megawati Soekarnoputri) di Hotel Raffles, Jakarta. Pernikahan dua anak muda dari negara yang berbeda, Mohammed WN Aljazair, dan Rosa WN Indonesia. Semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang SAMAWA (Sakinah, Mawaddah, Warahmah). Resepsi pernikahan ini juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Kiyai Ma’ruf Amin , dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya," tulis Yasonna.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Mahfud MD Bubarkan Ponpes Al Zaytun, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Berhasil Gagalkan Anies Nyapres
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Resmi Bubarkan Ponpes Al Zaytun Karena Dianggap Aliran Sesat
-
Intip Koleksi Kendaraan Megawati Soekarnoputri, Motor Jadul Murah Merakyat Ini Bikin Salah Fokus
-
Cek Fakta: Mahfud MD Minta Jhonny G Plate Dihukum Mati, Usai Ketahuan Korupsi Rp4 Miliar Tiap Bulan dari BTS
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai
-
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan
-
'Polda Harus Proses 2 Tuyul', Roy Suryo Tertawa Ngakak Dilaporkan Eggi Sudjana ke Polisi
-
Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu, Pemprov DKI Pasang Badan Lewat Pasar Murah
-
Ketua Komisi V DPR: Longsor Cisarua Mengejutkan, Seperti Petir di Siang Bolong
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah