Suara.com - Hacker Bjorka diduga kembali berulah dengan aksi membobol data paspor 34 juta warga negara Indonesia. Data paspor 34 juta dijual dengan harga 10 ribu dolar atau Rp150 juta.
Pihak penjual data paspor dengan nama Bjorka itu mengklaim telah mengumpulkan 34,9 juta data paspor WNI yang ukurannya sekitar 4 GB dalam kondisi terkompres. Simak fakta 34 juta data paspor bocor dan dijual di dark web berikut ini.
1. Data Paspor Bocor
Informasi tentang 34 juta data paspor yang bocor itu disampaikan oleh akun Twitter @secgron pada Rabu (5/7/2023). Data yang dibocorkan meliputi nomor paspor, nama, tanggal berlaku, tanggal lahir, jenis kelamin dan lainnya.
Disebutkan bahwa Bjorka memberi sampel sebanyak 1 juta data. Dalam klaimnya, sang hacker telah mengumpulkan 34,9 juta data paspor WNI dengan ukuran sekitar 4 GB dalam kondisi terkompres. Data dalam format CSV itu dijual seharga 10.000 dollar AS atau sekitar Rp150 juta.
2. Diduga Ulah Bjorka
Sementara itu hacker Bjorka yang muncul kali ini bisa jadi masih Bjorka yang sama ketika menggemparkan dunia di pertengahan tahun 2022 lalu. Identitas Brjorka pun hingga kini belum diklarifikasi.
Detail paspor yang bocor tersebut diunggah ke blogbjork.ai. Bjorka pada tahun 2022 tidak pernah mengungkapkan alamat blog ini lewat Telegram, akun BreachForums atau Twitter.
3. Tanggapan Kemenkominfo
Baca Juga: Semuel Pangerapan Sebut Kebocoran Data Paspor Belum Dapat Dipastikan
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong buka suara mengenai 34 juta data paspor yang diduga bocor. Dia mengatakan bahwa tim yang terdiri dari Kominfo, BSSN dan Imigrasi masih menyelidiki hal ini.
"Hasil sementara ada perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar," ujar Usman pada Rabu (5/7/2023) malam.
4. Respons Imigrasi
Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim merespon dugaan kebocoran 34 juta data paspor Indonesia yang diperjualbelikan di situs online. Silmy mengungkap bahwa server Imigrasi berada di Pusat Data Nasional (PDN).
Server itu dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). "Server imigrasi di PDN (pusat data nasional) milik Kominfo," ungkap Silmy pada Kamis (6/7/2023).
Layanan PDN yang dimaksud meliputi penyediaan layanan government cloud computing, integrasi dan konsolidasi pusat data instansi pemerintah pusat dan daerah ke PDN dan sebagainya. Sebanyak 43 kementerian/lembaga, 9 provinsi, 86 kabupaten dan 24 kota menggunakan penyimpanan (cloud) PDN pada tahun 2021 lalu.
Berita Terkait
-
Semuel Pangerapan Sebut Kebocoran Data Paspor Belum Dapat Dipastikan
-
Geger 34 Juta Data Pemilik Paspor Indonesia Bocor dan Diperjualbelikan Hacker!
-
34 Juta Data Paspor Bocor dan Dijual Diduga Ulah Bjorka
-
5 Fakta Hacker Hacktivist Indonesia Serang Al Zaytun, Lalu Senggol Pemerintah
-
Mengenal Hacker Hactivist Indonesia yang Serang Ponpes Al Zaytun
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan