Lalu, ada jembatan Kali Regoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan, penghubung Desa Tumpeng dan Desa Nguter, serta penghubung Lumajang-Malang di Desa Sidomulyo. Banjir itu juga menerjang hal lainnya.
Dikatakan oleh Satriyo, imbas banjir lahar dingin Semeru lainnya itu adalah penutupan jalan di sejumlah lokasi di Lumajang. Tepatnya yang berada di dekat jembatan-jembatan putus. Sebab, kawasan tersebut masih rawan dan dikhawatirkan banjir datang lagi.
4. Detik-detik Terjadinya Banjir Lahar Dingin
Seorang warga Desa Sidorenggo, Kabupaten Malang, bernama Rusdi melihat air sungai bercampur lumpur dan batu meluap hingga hampir menelan jembatan. Ia dan keluarganya bergegas berlari ke luar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Banjir itu pun semakin tinggi hingga menerjang di atas jembatan. Tak lama kemudian, jembatan di jalur penghubung Malang-Lumajang lenyap. Air banjir ini bahkan sampai masuk ke rumah warga bernama Samin yang berada di tepi jembatan.
Jembatan berukuran 40 meter x 10 meter itu dengan cepat lenyap tak bersisa. Banjir bandang naik hingga ketinggiannya mencapai kurang lebih 20 meter. Adapun peristiwa tersebut terjadi setelah warga melaksanakan salat Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga lainnya, yakni Hari (54) juga panik usai melihat permukaan air Sungai Glidik terus meluap. Ia saat itu mengaku langsung meminta truk dan penambang pasir naik ke jalan. Ia pun sampai lari terburu-buru untuk bisa ke jalan raya, sebab banjir kian deras.
5. Penyebab Banjir Lahar Dingin
Banjir lahar dingin itu diduga merupakan imbas hujan yang terjadi di wilayah lereng Gunung Semeru. Peningkatan yang ada di daerah aliran sungai (DAS) lahar Semeru sampai merusak dan memutuskan sejumlah jembatan penghubung antar desa.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Baca Juga: Update Terbaru, Jumlah Pengungsi Bencana Banjir Lahar Dingin di Lumajang Bertambah Menjadi 493 Orang
Berita Terkait
-
Update Terbaru, Jumlah Pengungsi Bencana Banjir Lahar Dingin di Lumajang Bertambah Menjadi 493 Orang
-
Banjir Lahar Dingin Apakah Dingin? Ini Penjelasannya
-
Jatim Gerak Cepat Tangani Korban Banjir Lahar Dingin di Lumajang, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan dan Kirim Tagana
-
CEK FAKTA: Detik-detik Penampakan Mbah Semar Keluar dari Gunung Semeru, Setelah Mengamuk Hancurkan Jembatan di Lumajang
-
Jembatan Dihantam Lahar Dingin, Warga Lumajang Harus Lewati Sungai Curam untuk Sampai Malang
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
Terkini
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas