Suara.com - Kasus mutilasi kembali terjadi di Indonesia. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelakunya berjumlah dua orang pria yang berinisial W dan RD. Sementara itu, korbannya adalah mahasiswa asal Pangkal Pinang berinisial R yang berkuliah di salah satu kampus swasta Yogyakarta.
Dua pelaku telah ditangkap kepolisian dari Polda DIY. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang ukti di antaranya kompor, cangkul, pisau palu dan lakban.
Hingga kini kepolisian masih mendalami kasus mutilasi ini, untuk mengetahui apa motif di balik pembunuhan keji itu.
Lantas seperti apakah sosok pelaku yang berinisial W dan RD? Simak ulasannya berikut ini.
Berasal dari dua daerah berbeda
Meski melakukan aksinya di Sleman DIY, W dan RD bukanlah warga asli Yogyakarta. Mereka berasal dari dua daerah yang berbeda.
RD diketahui memiliki identitas yang beralamat di Jakarta namun berdomisili di Bogor, Jawa Barat. Sementara W merupakan warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Setahun ngekos tak pernah lapor RT
Baca Juga: Begini Tampang Terduga Pelaku Mutilasi Sleman yang Ditangkap di Bogor
Salah satu pelaku mutilasi berinisial W diketahui sudah setahun tinggal di rumah kos di daerah Krapyak, Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, DIY.
Namun selama tinggal di sana, ia belum pernah sekali pun melapor ke ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT 04 Krapyak, Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Ngatijo (59).
Menurut dia, karena W belum pernah melapor padanya, ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti seperti apa sosok W.
Habisi korban di rumah kos
Saat melakukan konferensi pers pada Minggu (16/7/2023), Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengatakan, kedua pelaku, W dan RD menghabisi korbannya di kamar kos.
Endriadi tidak menjelaskan detil kronologi pelaku menghabiskan korbannya, namun ia menyatakan polisi mendapati sejumlah barang bukti di TKP.
Berita Terkait
-
Begini Tampang Terduga Pelaku Mutilasi Sleman yang Ditangkap di Bogor
-
Poin Maksimal, Bek Barito Putera Bersyukur Menang
-
Lawan PSS Sleman, PS Barito Putera Tampil Perkasa, Rahmad Darmawan: Rezeki
-
Fakta Terbaru Seputar Pelaku Mutilasi di Sleman: Identitas, Pekerjaan dan Aksi Keji Mereka
-
Kesaksian Ketua RT terkait Terduga Pelaku Mutilasi di Sleman, Setahun Tak Lapor hingga Sempat Pulang Sebelum Kabur
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri
-
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat
-
Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua
-
Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz
-
Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang
-
KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI
-
Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah
-
Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan