Suara.com - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang mulia dalam kalender Hijriah atau islam. Saat memasuki tanggal 1 Muharram, umat Muslim disunnahkan untuk berpuasa. Lantas, kapan puasa 1 Muharram 2023 jatuh pada tanggal berapa? Berikut ulasannya.
Selain disebut sebagai bulan mulia, bulan Muharram juga merupakan bulan pertama sekaligus tanda pergantian tahun dalam penanggalan kalender Islam/Hijriah. Nah untuk menyambut pergantian tahun baru Islamp pada 1 Muharram 1445H, umat Muslim disunnahkan untuk berpuasa.
Namun yang menjadi pertanyaan, kapan puasa 1 Muharram 2023 jatuh pada tanggal berapa? Untuk selengkapnya, berikut ini ulasan jadwal puasa 1 Muharram 2023 lengkap dengan bacaan niat puasa Muharaam dan hukumnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Jadwal Puasa 1 Muharram 2023
Berdasarkan SKB 3 Menteri Terbaru, jadwal pelaksanaan puasa 1 Muharram 1445 Hijriah bertepatan dengan tanggal 19 Juli 2023 yaitu hari Rabu. Dengan demikan, perayaan malam Tahun Baru Hijriah/Islam akan dimulai di malam 18 Juli 2023.
Hal ini dikarenakan penanggalan kalender Hijriyah/Islam berbeda dengan penanggalan kalender masehi. Dalam penanggalan kalender Hijriyah, pergantian hari akan dihitung sejak matahari terbenam di sore hari. Sedangkan dalam kalender Masehi, pergantian hari dihitung pada pukul 12 malam.
Niat Puasa 1 Muharram dan Hukumnya
Bagi yang akan melaksanakan puasa 1 Muharram, maka harus membaca niatnya terlebih dulu. Bacaan niat bisa dibaca pada waktu malam hari selepas Isya atau saat sahur, atau bisa juga dipagi hari dengan catatan belum batal. Untuk lebih jelasnya, berikut bacaan niat puasa 1 Muharram.
"Nawaitu shaumal Muharrami lilahi ta’ala
Baca Juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2023? Cek Jadwalnya di Sini!
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”
Selain puasa 1 Muharaam, kamu juga bisa melakasanakan puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Adapun bacaan niat puasa Tasua dan puasa Asyura yakni sebagai berikut.
Niat Puasa Tasua 9 Muharram
Nawaitu shauma Tasu’a-a lilahi ta’ala
Artinya:“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’ala.”
Niat puasa Asyura 10 Muharram
Berita Terkait
-
Kapan Tanggal 1 Suro 2023 Hari Apa? Patuhi Sederet Mitos Ini Agar Tak Celaka!
-
Bagaimana Hukum Puasa 1 Muharram? SImak Penjelasannya!
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2023? Cek Jadwalnya di Sini!
-
Kapan Tanggal 1 Muharram 2023 Tiba? Ini Keputusan SKB 3 Menteri Terbaru
-
Puasa Tasua dan Asyura 2023 Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Jadwal Berpuasa di Sini
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri