Suara.com - Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, dijadwalkan akan selesai pada Juli 2024. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap salah satu fakta istana dan kantor presiden di IKN.
Berdasarkan rencana yang beredar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelar upacara kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2024 di ibu kota negara yang baru.
Kemudian beberapa hal kecil yang diungkap mengenai fakta istana dan kantor Presiden di IKN oleh Menteri PUPR adalah di depan area Istana Kepresidenan akan terdapat alun-alun dan lapangan upacara bendera.
Pembangunan kedua infrastruktur tersebut direncanakan akan selesai pad akhir Desember 2023. Sedangkan untuk Istana negara dan Kantor Kepresidenan dijadwalkan selesai pada Juli 2024.
Sejauh ini, Kementerian PUPR mengungkap bahwa pembangunan infrastruktur IKN berjalan sesuai timeline. Bahkan, ada beberapa progres pembangunan yang selesai lebih cepat dari yang direncanakan, misalnya pembangunan Istana Negara, Kantor Presiden, dan Penataan Iklan Nasional.
Fakta Istana dan Kantor Presiden di IKN lainnya berkaitan dengan desain di mana desain untuk Istana Negara yang baru akan mencakup jalan raya lima jalur di depan kompleks. Fitur ini dirancanang agar memungkinkan dilaksanakannya parade budaya atau militer dapat dilakukan dengan nyaman.
Mengenai dana yang digunakan untuk membangun infrastruktur dasar ibukota akan menelan biaya sekitar Rp 466 triliun. Seperlima dari biaya pembangunan tersebut dibayar menggunakan anggaran negara, sedangkan empat perlima sisanya bergantung kepada anggaran dari investor. Salah satu investor itu adalah Softbank Jepang.
IKN dijanjikan sebagai ibu kota yang ramah lingkungan di mana penduduk dapat hidup berdampingan dengan alam.
Setelah selesai dengan pembangunan Istana dan Kantor Presiden atau pusat pemerintahan, pembangunan IKN kemudian akan dilanjutkan ke tahap kedua. Proyek tahap kedua ini akan dimulai tahun 2025. Proyek tahap kedua berarti bahwa pembangunan gedung-gedung berorientasi bisnis akan didirikan.
Baca Juga: Bangun Kota Masa Depan, Otorita IKN Jalin Kerja Sama dengan Shenzhen
Pemerintah akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 30 triliun tahun depan untuk membiayai proyek berorientasi bisnis tersebut. Berdasarkan keterangan kementerian keuangan, anggaran dari pemerintah akan difokuskan ke proyek berorientasi bisnis yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan keamanan terlebih dahulu.
Demikian itu fakta istana dan kantor presiden di IKN.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko