Suara.com - Kekejaman Abdi Toisuta (25) begitu memancing amarah publik. Pasalnya hanya karena tidak disapa, Abdi tega menghajar Rafli Rahman Sie (15) sampai meninggal.
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena ibunda Abdi, Elly Toisuta, merupakan Ketua DPRD Kota Ambon, Maluku. Bahkan kini sosok Elly juga seakan ikut menghilang bersamaan dengan perbuatan tak terpuji anaknya.
Mirisnya, belakangan beredar kabar bahwa Abdi cuma terancam 7 tahun penjara sekalipun perbuatannya membuat seorang remaja meninggal dunia. Tentu hal ini membuat keluarga dan kerabat korban tidak terima, sebagaimana terlihat di akun Instagram @rina.senjaa1.
"Tuntutan 7 Tahun! Bahkan seumur hidup juga nggak bisa bikin ade balik!" begitulah keterangan yang tertulis di videonya, dikutip pada Jumat (4/8/2023).
"(Bahkan) ada yang bilang dia (meninggal akibat) penyakit bawaan? Hasil autopsi udah keluar! Ya Allah buka besar-besar kasus ini," sambungnya.
Namun yang lebih membuat warganet pedih adalah postingan itu memperlihatkan sosok ibunda korban yang menangis tersedu-sedu karena sang anak meninggal dunia.
Ibunya terlihat menangis histeris hingga harus ditenangkan wanita lain. Namun kesedihannya jelas tidak terbendung, sebab sang anak masih menyimpan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Bahkan demi impian ini, sang ibu sudah bekerja banting tulang untuk menyelesaikan pendidikannya. Nahas, kelulusan sudah di depan mata tetapi Rafli malah dianiaya oleh Abdi hingga meninggal.
"Ya Allah, beta orang susah. Beta seng (tidak) ikhlas dunia akhirat. Beta seng ikhlas ose (kamu) pukul beta punya anak," tutur ibunda Rafli.
"Ya Allah, beta orang susah, besarkan anak supaya menyelesaikan sekolah. Kenapa ose ambil dia punya nyawa?" ujarnya lagi sambil terlihat beberapa kali menendang lantai karena tidak terima menghadapi kenyataan.
Tak hanya itu, wanita malang tersebut juga terdengar menjerit pilu mengharapkan anaknya kembali.
"Pulang adek..." rintih ibunda Rafli sambil terus menangis histeris. "Pulang..."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka