Suara.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan influencer Bayu Skak mengenai anime One Piece. Ia berharap anak Indonesia memiliki kemampuan menciptakan film tandingan karya Eiichiro Oda itu.
Momen perbincangan Prabowo dan Bayu Skak diunggah ke akun Instagram Bayu @moektito.
Mulanya, Bayu menanyakan kepada Prabowo apakah eks Danjen Kopassus itu mengetahui anime One Piece atau tidak.
"Bapak tau One Piece enggak pak?" tanya Bayu dalam video tersebut, Rabu (9/8/2023).
Prabowo mengetahui One Piece adalah salah satu anime, meski ia tak mengetahui alur ceritanya namun ia memiliki harapan anak Indonesia bisa menciptakan anime dengan kualitas menyaingi One Piece.
"One Piece kartun ya anime? Ada enggak anak Indonesia yang bisa begitu?" tanya Prabowo.
"Banyak, pak. Tapi kita selama ini hanya menjadi 'tukang'" jawab Bayu.
Bayu menjelaskan bahwa ada banyak anak-anak muda Indonesia berbakat yang mampu membuat anime dengan kualitas layaknya Jepang.
Hanya saja, Sumber Daya Manusia di Indonesia seringkali dipandang sebelah mata bahkan hanya dijadikan 'tukang' saja lantaran tidak ada fasilitas yang memadai.
Baca Juga: Prabowo Subianto Dapat Dukungan dari Jatim, Kali Ini Datang dari Relawan Khofifah Jawa Timur 2018
Selain itu, pemerintah juga belum memberikan dukungan terhadap kemajuan industri perfilman di Indonesia, layaknya Jepang yang mendorong anime dan Korea Selatan yang mendukung penuh Kpop.
"Sumber daya manusia kita banyak tapi kita tidak bisa membuat Intelectual Property sendiri, sehingga kita hanya menjadi 'tukang'" ungkap Bayu.
Bayu meminta dukungan dari Prabowo agar pemerintah bisa ikut andil mendorong perfilman di Indonesia sehingga menghasilkan film yang terbaik.
Mendengar permintaan Bayu, Prabowo tampak setuju. Ia mengakui bahwa film menjadi sarana paling baik mengeksplor kreativitas anak muda Indonesia.
"Film itu sarana yang paling bagus. Kita punya naluri seni yang mengalir di darah kita dan negara kita memiliki bakat kreativitas," ujar Prabowo.
Prabowo dan Bayu juga berencana untuk membuat film kolosal bertemakan sejarah Indonesia seperti Majapahit, Sriwijaya dan sebagainya. Namun, Prabowo meminta agar ide tersebut dirahasiakan terlebih dahulu sebelum dieksekusi.
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Dapat Dukungan dari Jatim, Kali Ini Datang dari Relawan Khofifah Jawa Timur 2018
-
Prabowo Ikut Jadi Panitia Bereng Habib Luthfi Gelar Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan
-
BRPN Gelar Deklarasi, Nyatakan Siap Menangkan Prabowo Presiden 2024
-
Giring Beri Kode Bakal Ada Pengumuman Besar Siang Ini, PSI Dukung Prabowo si Pemilik Kode Khusus 08?
-
Sejumlah Kader Mundur Usai Dikunjungi Prabowo, Suara PSI Di Pilpres 2024 Terbelah?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah