Suara.com - Dalam Islam, membuat tato di tubuh hukumnya adalah haram. Lantas, bagaimana jika seseorang sudah terlanjur memasang tato di tubuhnya, kemudian ia ingin bertaubat? Benarkah orang bertato jika tobat harus disetrika?
Perlu diketahui, tato adalah suatu tanda pada tubuh yang dihasilkan dengan cara memasukkan zat pewarna ke lapisan kulit dengan menggunakan jarum. Alasan dalam pembuatan tato ini adalah untuk melukis bagian tubuh tertentu dengan berbagai macam gambar yang diinginkan.
Meski banyak orang yang memasang tato ditubuhnya, tapi nyatanya dalam Islam perbuatan memasang atau membuat tato ini adalah haram. Para ulama juga bersepakat bahwa penggunaan tato adalah perbuatan haram, dan hal itu berlaku bagi orang yang bertato maupun si pembuat tato.
Rasulullah SAW bersabda tentang larangan tato yang berbunyi:
“Allah SWT akan melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang dicukur alisnya, dan yang dikikir giginya dengan tujuan untuk mempercantik diri,” (HR Bukhori nomor 4604 5587, Muslim nomor 2125, Ibnu Hibban nomor 5504, Ad Darimi nomor 2647, Abu Ya’la nomor 5141).
Haramnya tato di tubuh ini berkenaan dengan merubah bentuk ciptaan Allah SWT, melakukannya dengan cara melukai diri, hingga tato juga mengandung najis berupa darah yang menggumpal.
Benarkah Orang Bertato Jika Tobat Harus Disetrika?
Sebagaimana dilansir dari sebuah unggahan di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyebutkan bahwa tato tidak wajib dihilangkan bagi mereka yang ingin bertaubat. Jadi, ada beberapa syarat tato dibolehkan untuk tidak dihapus atau dihilangkan. Apa sajakah syarat itu?
“Jadi tato tidak wajib dihilangkan dan akan wajib dihilangkan tentunya dengan beberapa syarat", demikian kata Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV.
Buya Yahya menyebutkan syarat-syarat tersebut di mana tato yang sudah melekat di tubuh seseorang tidak wajib untuk dihapus saat mereka ingin bertaubat.
“Pada dasarnya tato tidak wajib untuk dihilangkan, kecuali memenuhi lima syarat. Lima syarat itu di antaranya adalah tato dibuat dengan sadar kalau itu haram dan dosa, ia mengerti itu haram masih maksa. Maka kalau Anda waktu masang tato tidak mengerti halal haram tidak wajib dicabut,” jelas Buya Yahya.
Syarat lainnya yang disebutkan oleh Buya Yahya adalah tato tidak wajib dihapus saat seseorang memasangnya saat sudah dewasa atau baligh. Kemudian, syarat ketiga adalah tato tidak wajib dihilangkan saat tato tersebut belum sampai tertanam di kulit.
Dan syarat yang keempat, boleh tidak dihapus jika cara menghapusnya tidak sampai mengganggu cara bersuci kita. Syarat yang kelima, tato tersebut boleh tidak dihapus jika memang memiliki manfaat dan alasan yang mendesak.
Mungkin memang susah mencari manfaat tato, akan tetapi Buya Yahya memberikan gambarannya. Misalnya seorang istri dulunya sudah bertato dan sang suami menyukainya, dan jika sang istri menghapus tato tersebut maka sang suami mengancam akan menceraikannya, maka itulah manfaat daripada tato tersebut. Yaitu untuk menyenangkan suami.
Berdasarkan ulasan di atas, maka dapat disimpukan bahwa ungkapan mengenai orang bertato tobat harus disetrika adalah tidak benar. Sekian penjelasan dan jawaban dari ulama terkait benarkah orang bertato jika tobat harus disetrika.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Oklin Fia Berhijab tapi Hobi Pamer Lekuk Tubuh, Buya Yahya: Wanita Mulia Tidak Senang Diperhatikan Pria
-
Tak Berbentuk Wajah Syahnaz Sadiqah Lagi, Begini Hasil Akhir Tato di Punggung Rendy Kjaernett
-
Cara Wudhu Saat Ada Luka, Buya Yahya: Meskipun Luka Itu Berdarah Termasuk 'Dimaafkan'
-
Hukum Iuran Acara 17 Agustusan dalam Islam, Halal atau Tidak? Buya Yahya Memberi Penjelasan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!