Suara.com - Ekuador tengah menjadi perhatian global usai calon presiden atau capres negara itu, yakni Fernando Villavicencio tewas ditembak saat berkampanye di Quito pada Rabu (9/8/2023). Pembunuhan politikus berusia 59 tahun itu terjadi tepat 11 hari menjelang Pemilu Ekuador.
Sebelum adanya insiden tersebut, Villavicencio sempat mengaku bahwa ia mendapatkan ancaman pembunuhan dari gembong narkoba. Beberapa pihak kini menduga pelaku penembakan berasal dari geng kartel yang beroperasi di negara itu.
Meski demikian, pihak kepolisian Ekuador telah mengonfirmasi bahwa pelaku yang tewas dan enam orang yang berhasil dibekuk merupakan warga Kolombia.
Lantas, seperti apakah profil 5 gembong narkoba di Ekuador yang diduga terlibat pembunuhan capres Villavicencio tersebut?
Choneros
Choneros adalah gembong narkoba yang dikenal paling brutal di Ekuador. Kelompok tersebut muncul pada tahun 1990-an sebagai sebuah organisasi perdagangan narkoba yang berbasis di Chone, Provinsi Manabi.
Kepolisian Ekuador mengidentifikasi mereka sebagai cabang dari kartel narkoba di Kolombia. Choneros merupakan geng yang disebut paling ganas di negara tersebut.
Diketahui mereka beroperasi di seluruh penjara Ekuador dan juga sejumlah kota. Choneros juga terlibat dalam perdagangan mikro, pemerasan, penyelundupan sampai menjadi pembunuh bayaran.
Dalam upaya menekan kekerasan geng di penjara, pemerintah Ekuador melakukan beragam cara. Cheneros kemudian membentuk geng-geng kecil dan semakin meningkatkan pengaruh mereka.
Baca Juga: Disinggung Soal Tidak akan Maju Menjadi Cawapres, Gibran: Saya Bodoh Kok, Tenang Aja!
Pada 2020, Jorge Luis Zambrano atau yang kerap dijuluki Rasquina, memilih mundur dari kursi pimpinan Choneros. Kondisi itu lantas memicu pertikaian antara kelompok dan juga geng turunannya. Mereka mengancam agar warisan kekuasan mereka bisa terkuak.
Choneros kemudian menjadi sasaran koalisi geng mikro pada 2021, termasuk Tiguerones dan Chone Killers. Selama dua tahun kemudian, Choneros kehilangan kekuatan. Ini disebabkan karena aliansi yang dipimpin Lobos berhasil menyatukan sebagian besar musuh Choneros.
Los Lobos
Los Lobos adalah gembong terbesar di urutan kedua Ekuador. Kelompok tersebut mempunyai 8.000 anggota di seluruh penjara Ekuador.
Lobos sendiri merupakan pecahan dari geng Choneros. Kartel narkoba Choneros ini mulai gonjang-ganjing setelah bos kelompok tersebut, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina tewas di tahun 2020.
New Generation
Setelah posisi Choneros melemah, beberapa geng yang sebelumnya bersekutu dengan kelompok besar memecah barisan dan membentuk aliansi baru. Kelompok kecil itu di antaranya adalah Chone Killer, Lobos dan Tiguerones.
Mereka menyebut diri mereka sebagai New Generation. Sebutan itu dipakai karena New Generation diduga memiliki hubungan dengan Generasi Baru Kartel Jalisco atau CJNG Meksiko.
Sebagai informasi, nama CNJG muncul setelah peristiwa penembakan mantan capo Kartel Sinaloa, Ignacio Coronel hingga tewas yang dilakukan oleh pasukan keamanan Meksiko pada 2010 silam.
Lobos dan juga aliansinya kemudian menyediakan keamanan dan senjata ke Jalisco. Sementara itu, Choneros melakukan aksi yang sama ke kartel Meksiko lain, Sinaloa.
Diketahui pemimpin Lobo merupakan Wilmer Chavarria alias Pipo. Ia mengoperasikan organisasi dari penjara Turi, Cuence. Namun, pada tahun 2021, ia diduga tewas dalam kerusuhan yang terjadi di penjara.
Estafet kepemimpinan kemudian beralih ke Kalender Quesada alias Ariel.
Chone Killers
Chone Killers adalah kelompok kriminal yang memasok senjata ke Choneros. Berdasarkan laporan GK, Chone Killers selama bertahun-tahun bekerja sama bersama dengan Lobos dan Tiguerones, di mana ketiganya bekerja di bawah Choneros.
Chone Killers terlibat dalam jual beli narkoba. Namun, mereka juga dikenal melakukan berbagai kejahatan lain seperti pembunuh bayaran, penyerangan dan perampokan.
Operasi kelompok tersebut berlangsung di Provinsi Guaya. Beberapa kota juga berhasil mereka kuasai, di antaranya Daule, Duran dan Guayaquil.
Tiguerones
Tiguerones juga menjadi geng kecil yang sebelumnya menginduk ke Los Choneros. Saat ini, kelompok tersebut juga bergabung dengan CJNG.
Bos gembong Tiguerones bernama William Jofre Alcivar Bautista, atau yang dikenal dengan nama Negro Willi. Ia adalah mantan penjaga penjara.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Disinggung Soal Tidak akan Maju Menjadi Cawapres, Gibran: Saya Bodoh Kok, Tenang Aja!
-
Budiman Sudjatmiko Akui Bakal Sepanggung Bersama Prabowo Dalam Waktu Dekat, Kampanyekan Persatuan Nasional
-
Jelang 2024, Perludem Sebut UU Pemilu Paling Banyak Digugat di MK
-
PK Ditolak MA, Prima Siapkan Amunisi Lain Lawan KPU
-
Ramai-ramai Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres ke MK, Ada yang Minta Turun 21 Tahun
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB