Suara.com - Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi membenarkan bahwa pihaknya melakukan rotasi terhadap Wakil Ketua PPP Arsul Sani terkait posisinya di lembaga perwakilan rakyat tersebut.
Sebelumnya, Arsul bertugas di Komisi III kini ditugaksan di Komisi II. Baidowi berujat rotasi itu baru dilakukan.
"(Rotasi) masa sidang ini," kata Baidowi kepada wartawan, Senin (21/8/2023).
Baidowi berujar rotasi anggota di Fraksi PPP merupakan hal yang biasa. Termasuk rotasi yang dilakukan kepada Arsul.
Ia berharap rotasi terhasap Arsul dapat memberikan kontribusi bagi penguatan Fraksi PPP di Komisi II.
"Pergantian atau rotasi di fraksi merupakan hal yang biasa. Pak Arsul dengan background ilmu hukum diharapkan bisa memperkuat Fraksi PPP terkait hukum kepemiluan di Komisi II DPR," kata Baidowi.
Ia menegaskan sekaligus rotasi yang dilakukan tidak terkait dengan sanksi apapun.
"Tidak ada kaitan dengan sanksi ataupun istilah lainnya. Bahwa rotasi AKD ini bisa dilakukan oleh fraksi berdasarkan kebutuhan, sebagaimana ketentuan UU MD3," ujarnya.
Respons Arsul
Baca Juga: PPP Rotasi Posisi Arsul Sani Di Senayan, Digeser Ke Komisi II DPR
Arsul Sani membenarkan rotasi yang dilakukan Fraksi PPP terhadap dirinya. Arsul dirotasi dari Komisi III ke Komisi II.
"Iya," kata Arsul dikonfirmasi, Senin (21/8/20223).
Arsul mengatakan rotasi anggota fraksi di antarkomisi merupakan hal wajar. Mengingat jumlah anggota Fraksi PPP yang hanya 19 orang.
"Jumlah anggota Fraksi PPP itu kan hanya 19 orang. Jadi kami sebenarnya sering merotasi keanggotaan di komisi-komisi yang ada ketika ada agenda tertentu di Komisi yang bersangkutan yang dipandang oleh PPP sebagai hal penting dan strategis," tutur Arsul.
Sementara itu terkait rotasi dirinya ke Komisi II, Arsul menuturkan bahwa saat ini komisi yang membidangi pemerintahan dalam negeri ini sedang fokus dengan beberapa hal yang menjadi agenda nasional, termasuk revisi Undang-Undang Ibu Kota Negara atau UU IKN, finalisasi perubahan UU ASN dan juga hal-hal yang terkait dengan kepemiluan.
"Pimpinan F-PPP memandang saya perlu untuk memperkuat suara dan sudut-sudut pandang PPP di Komisi II, makanya saya ditugaskan di Komisi II untuk masa-masa sidang ke depan ini. Apalagi di Komisi III kan sejumlah RUU penting telah selesai, yakni UU KUHP, penggantian UU Pemasyarakatan dan revisi UU Kejaksaan," kata Arsul.
Terpisah di Gedung Nusantara di dekat area ruang Komisi III, Arsul tampak menyambut kehadiran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monarfa. Arsul terlihat mendampingi Suharso yang hadir dan masuk ke ruang rapat.
Untuk diketahui, hari ini Komisi II menggelar rapat kerja dengan pembicaraan pendahuluan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Peringatan Keras untuk Pemerintah! MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Masih Dikepung Makanan Tak Sehat
-
PNJ di Mana? Ini Daftar Jurusan Favorit dan Sepi Peminat Politeknik Negeri Jakarta
-
Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg
-
Ancaman Belum Usai! Mortir dan Amunisi Aktif PD II Ditemukan di Lokasi Ledakan Maut Biak
-
KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan
-
Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi
-
Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!