Suara.com - Aksi seorang guru mencukur pitak rambut belasan siswi SMP di Lamongan menjadi viral. Peristiwa itu dilakukan oleh guru bahasa Inggris bernama Endang yang mengajar SMPN 1 Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sukodadi, Harto menyebut, Endang merupakan guru yang sudah sepuh dan mengajar kelas IX SMP. Akibat aksi itu, kata Harto, Endang sudah dibebastugaskan sementara mengajar di SMPN 1 Sukodadi mulai tahun ajaran 2023/2024.
Selain itu, Endang juga sudah dipanggil Dinas Pendidikan Lamongan untuk dimintai keterangan atas perbuatannya. Sosok Endang nekat mencukur 19 rambut siswinya karena mereka tidak mengenakan ciput di balik hijab, sehingga rambut masih terlihat.
Adapun Harto selaku kepala sekolah tidak mengetahui sudah berapa lama Endang mengabdi sebagai guru. Ini karena Harto belum genap satu tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Sukodadi tersebut.
Harto melanjutkan, ia tidak mengetahui apakah Endang biasanya membawa mesin cukur rambut saat mengajar di sekolah. Pasalnya, Endang diketahui memotong rambut 19 siswi dengan mesin cukur elektrik.
Sementara itu, Harto mengaku tidak bisa menjelaskan kronologi kejadian secara rinci karena sedang tidak berada di sekolah.
Namun, ia menyatakan bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Lamongan akan melakukan pendampingan psikologis untuk menyembuhkan trauma para siswi yang menjadi korban.
Dikecam Anggota Komisi X DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal mengecam dan menyesalkan tindakan Endang, guru Bahasa Inggris sekaligus Pembina Pramuka di SMPN 1 Sukodadi.
Baca Juga: 19 Siswi SMP di Lamongan Digunduli Bu Guru Endang, Ini Fakta-faktanya
Menurutnya, mendidik siswa memang hal yang sukar dilakukan. Meski demikian, kata Illiza, guru sebagai seorang pendidik seharusnya bisa lebih menahan diri.
Apalagi tidak mengenakan ciput bukanlah suatu pelanggaran. Ini karena ciput hanyalah sebuah mode dan pelengkap dalam mengenakan hijab.
Illiza lantas berharap kepada guru di seluruh Indonesia agar lebih mengedepankan aspek persuasif dalam melakukan pendidikan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan kelembutan hati dan kesabaran.
Legislator komisi X yang membidangi pendidikan ini mengajak pemerintah dan pihak sekolah untuk bisa menciptakan sekolah yang inklusif dan aman bagi murid-murid. Tujuannya agar bisa mendukung pendidikan yang berkualitas.
Adapun dalam pengaplikasiannya, lanjutnya, para guru harus mendapatkan pelatihan karakter dan etika mulia. Ditambah pemerintah juga harus memperhatikan kinerja serta mutu karakter guru pengajar.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
19 Siswi SMP di Lamongan Digunduli Bu Guru Endang, Ini Fakta-faktanya
-
Duh, Wanita Pedagang Mi Pangsit di Medan Dijambret dalam Warungnya Sendiri
-
Bus Alami Rem Blong saat di Jalan Turun, Seorang Pria Langsung Beraksi Selamatkan Penumpang
-
Wanita Tetanggaan sama Mantan Suami, Curhat Rasanya Bak Dipantaui CCTV
-
Profil Wali Kota Ridho Yahya yang Sebut Jalan Tol Mematikan Ekonomi, Pernah Bersetegang Saat Demo Mahasiswa
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak