Suara.com - Putra dari Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satriyo dijatuhi vonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Putusan tersebut sebagai sanksi atas tindakannya melakukan penganiayaan terhadap David Ozora.
"Mengadili, menyatakan, Terdakwa Mario Dandy Satriyo terbukti bersalah melakukan kejahatan penganiayaan berat yangdilakukan dengan rencana terlebih dahulu, Menjatuhkan pidana terhadap MarioDandy dengan pidana 12 tahun penjara," kata Hakim Ketua Alimin Ribut Sudjono ketika membacakan amar putusan.
Putusan tersebut telah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut bahwa Mario terbukti melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan dijatuhi pidana 12 tahun penjara. Jaksa juga menuntut Mario, Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan, dan AG untuk membayar restitusi kepada David sebesar Rp120miliar.
Akan tetapi, Majelis Hakim hanya memutuskan Mario Dandy membayar restitusi sebesar Rp25 miliar. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Mario Dandy membayar restitusi kepada David Ozora sebesar Rp120 miliar.
Jejak Kasus Mario Dandy
Kasus yang menimpa Mario Dandy Satriyo bermula ketika Mario bertemu dengan mantan kekasihnya, Anastasia Pretya Amanda di sebuah bar di Kemang, Jakarta Selatan pada 30 Januari 2023.
Ketika itu, Mario menuduh Amanda memberikan informasi kepada Mario mengenai hubungan kekasih Mario, AG dengan David Ozora. Mario pun tersulut emosinya karena merupakan mantan kekasih dari David.
Mario mencoba menghubungi David menggunakan Whatsapp untuk meminta klarifikasi atas informasi dari Amanda. Akan tetapi, pesan dari Mario tidak dibalas oleh David.
Mario juga mencoba menghubungi untuk meminta klarifikasi. Akan tetapi tidak dijawab oleh dan Mario pun marah kepada David. Pada 20 Februari 2023, Mario mengajak David bertemu dengan alasan ingin mengembalikan kartu pelajar. Dalam pertemuan tersebut, turut serta teman Mario, Shane Lukas.
Baca Juga: Mario Dandy Pikir-pikir Ajukan Banding Usai Divonis 12 Tahun Penjara
"Mario Dandy Satriyo alias Dandyyang sudah sangat ingin melakukan kekerasan terhadap anak korban Cristalino David Ozora alias Wareng, tetap berusaha mencari orang untuk ikut serta dalam tindakan kekerasan yang akan dilakukannya dengan mengajak Shane Lukas,"ungkap Jaksa.
Mario, Shane, dan David bertemu di Perumahan Green Permata. Kemudian, Mario melakukan penganiayaan keji terhadap David dengan sengaja memilih kepala David untuk dijadikan target kekerasannya.
Mario sempat menendang kepala David dan melakukan selebrasi ala bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Kondisi David yang sudah bersimbah darah dan tergeletak tak menghentikan niat Mario untuk terus memukulinya. Aksi tersebut disaksikan oleh AG dan Shane, bahkan Shane merekam aksi tersebut menggunakan kamera ponsel.
Penganiayaan tersebut berhenti ketika ibu dari teman David, Natalia Puspita Sari berteriak kepada Mario. David pun mengalami penurunan kesadaran akibatkekerasan di kepala.
Menurut surat keterangan dr Deasy Sugesty Muktiyani, MARS selaku Direktur Mayapada Hospital Kuningan menyatakan bahwa David mengalami kondisi amnesia dan tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi padanya padasaat penganiayaan tersebut.
Atas tindakannya, Mario pun dilaporkan ke kepolisian dan menjalani persidangan. Hingga pada Kamis (7/9/23) PN Jaksel memvonisnya dengan pidana penjara 12 tahun sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum serta membayar biaya restitusi Rp25,14 miliar.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Mario Dandy Pikir-pikir Ajukan Banding Usai Divonis 12 Tahun Penjara
-
Hakim Sebut Mario Dandy Akan Aniaya David Ozora Lebih Parah Jika Tak Disetop Shane Lukas
-
Puas Mario Dandy dan Shane Lukas Divonis Maksimal, Ayah David Ozora: Alhamdulillah!
-
Mario Dandy Divonis 12 Tahun, Netizen Masih Pesimis: Remisi Tiap Tahun Paling Jadinya di Bawah 10 Tahun
-
Wajib Bayar Restitusi David Ozora Rp25 Miliar, Mario Dandy Pasrah Diperintahkan Hakim Jual Rubicon
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer