Suara.com - Septian Adil Wicaksono (25) kembali mendekam di balik jeruji besi karena membunuh Rizky Alam (27) dan melukai Oktavianus Steven Tauran (20) di wilayah Koja, Jakarta Utara pada Rabu (7/9). Septian merupakan residivis kasus pembunuhan yang baru saja bebas lima bulan lalu.
Dalam kasus saat ini, Septian Adil menusuk dua pemuda menggunakan sebilah badik.
Dihadapan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan, Septian berkelit jika ia membawa badik tiap hari. Ia mengaku membawa badik lantaran usai ada acara bakar ayam bersama rekannya.
“Kamu setiap hari bawa pisau badik ini?” tanya Gidion kepada Septian di Polsek Koja, Kamis (7/9/2023).
“Saya bawa ini karena habis bakar ayam aja pak,” jawab Septian.
Seakan tak percaya dengan alasan Septian, Gidion kemudian langsung menyela alasan yang keluar dari mulut Septian Adil.
“Masa kamu bakar ayam bawa pisau. Pisaunya begini lagi,” lanjut Gidion menyangsikan.
Gidion sebelumnya juga sempat mengintrogasi Septian tentang alasannya menusuk dua korbannya. Dengan enteng, ia mengaku penusukan ini karena dirinya tidak suka ditegur dan ditatap matanya oleh korban.
Septian Adil menuturkan, saat hendak membeli rokok di lokasi kejadian sudah ada korban Rizky Alam bersama rekannya Oktavianus Steven Tauran.
Baca Juga: Tak Ada Hal Meringankan, Mario Dandy Divonis 12 Tahun Bui dan Bayar Restitusi Rp 25,14 Miliar
Saat itu, Septian mendapat teguran dari Oktavianus. Septian yang dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol kemudian menghampiri Rizky dan Oktavianus.
“Kenapa liat-liat?” cerita Septian.
“Emang kenapa kalau gue liatin lo,” lanjut Septian menirukan respons Oktavianus.
Dari masalah sepele itulah, mereka berkelahi. Septian yang menang jumlah karena bersama dua orang rekannya, yakni Ilham Wicaksono, dan Tedi Setiawan melakukan penganiayaan terhadap Oktavianus.
Oktavianus kemudian dipukul menggunakan batu dan botol kaca oleh para pelaku. Rizky saat itu mencoba melerai malah tertusuk badik yang dibawa oleh Septian.
Rizky tewas usai terkena tusukan di pangkal paha bagian kanan. Luka tersebut juga mengenai pembuluh darah besar Rizky.
Sementara Oktavianus, juga terkena tusuk di bagian pangkal paha bagian kirinya. Namun Oktavianus masih terselamatkan, meski hingga saat ini masih dalam parawatan di RSUD Koja.
Diketahui, Septian baru menghirup udara bebas lima bulan terakhir usai divonis 8 tahun penjara akibat membunuh seseorang di Pasar Koja Baru pada tahun 2017 silam.
Dalam kasus penganiayaan itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Tak Ada Hal Meringankan, Mario Dandy Divonis 12 Tahun Bui dan Bayar Restitusi Rp 25,14 Miliar
-
Tingkah Songong Residivis Pembunuh Warga Koja, Septian Masih Busungkan Dada Walau Kembali Masuk Penjara
-
Baru Bebas Penjara, Septian Bunuh Warga Koja Gegara Hal Sepele, Tak Suka Matanya Ditatap
-
Mario Dandy Pikir-pikir Ajukan Banding Usai Divonis 12 Tahun Penjara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT