Suara.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah dituduh melakukan antisemitisme, setelah dia mengklaim bahwa orang Yahudi tidak dianiaya karena agama mereka, saat peristiwa Holocaust terjadi.
Abbas menyampaikan komentar tersebut dalam pidatonya bulan lalu, tetapi komentarnya itu mulai menuai kritik luas pada hari Rabu (06/09), setelah cuplikan pidato tersebut diterjemahkan dan disebarkan secara online oleh Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI) yang berbasis di Washington.
Isi Pidato Mahmoud Abbas
Dalam pidatonya di hadapan para anggota senior Partai Fatah di Ramallah, Abbas menyatakan bahwa "tidak benar" jika "Adolf Hitler membunuh orang-orang Yahudi karena mereka adalah orang Yahudi."
Abbas juga mengulangi kiasan antisemitisme dengan mengklaim pernyataan yang salah bahwa Jerman "memerangi (orang Yahudi) karena peran sosial mereka dan bukan karena agama mereka. Karena riba dan uang."
Dunia Mengecam Pernyataan Abbas
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel membagikan cuplikan pidato Abbas tersebut di media sosial pada hari Rabu (06/09) dan menuduh Abbas melakukan "penyangkalan terhadap peristiwa Holocaust."
Sementara itu, juru bicara Uni Eropa mengatakan bahwa pidato pemimpin negara Palestina tersebut "berisi pernyataan yang salah dan sangat menyesatkan tentang Yahudi dan antisemitisme" dan hal itu merupakan "penghinaan terhadap jutaan korban Holocaust dan keluarga mereka."
"Distorsi sejarah seperti itu bersifat menghasut, sangat ofensif" serta "meremehkan Holocaust, yang kemudian memicu antisemitisme", tambah juru bicara Uni Eropa.
Baca Juga: Al Zaytun Disebut Panji Gumilang Mirip Kibbutz Israel, Apa Itu?
Jerman juga mengutuk pernyataan Abbas mengenai Holocaust tersebut.
Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, mengatakan bahwa rakyat Palestina "berhak mendengar kebenaran sejarah dari pemimpin mereka, bukan distorsi sejarah seperti itu."
Misi Jerman di Ramallah, tempat kantor pemerintahan Abbas di Palestina, juga "dengan tegas" mengutuk pernyataan itu.
"Sejarahnya jelas: jutaan nyawa telah dibunuh dan itu tidak dapat direlatifkan," kata misi Jerman di Ramallah pada hari Rabu (06/09) malam waktu setempat.
Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme, Deborah Lipstadt, juga mengecam "pernyataan kebencian dan antisemitisme" dari Presiden Abbas dan menyerukan permintaan maaf segera.
Konsulat Prancis di Yerusalem pada hari Kamis (07/09) juga menyebut pernyataan Abbas tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan mengatakan bahwa pihak mereka dengan tegas menolak "antisemitisme dan penyangkalan (Holocaust) dalam segala bentuk."
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan