Suara.com - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menyebut ada kemiripan antara kasus keluarga Cinere, Depok dan keluarga Kalideres.
Untuk kasus di Cinere, warga sempat digemparkan oleh temuan dua jasad ibu dan anak pada Kamis (7/9/2023).Dua jenazah itu ditemukan dalam kondisi tinggal tengkorak.
Sama halnya dengan penemuan jasad keluarga di Kalideres pada tahun lalu (10/11/2022). Hengki menyebut, pola temuan kedua kasus ini sama, yakni keadaan tubuh para mayat yang sudah rusak.
"Ini (temuan jasad keluarga Cinere) sangat mirip dengan kejadian yang di Kalideres, polanya sama, ditemukan jenazah sudah rusak," ujar Kombes Hengki kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (8/9/2023).
Untuk itu, pihaknya akan melakukan teknik penanganan yang sama seperti kasus keluarga Kalideres dalam mengungkap penyebab kematian ibu dan anak di Cinere. Kendati begitu, polisi belum mengungkap apakan penemuan jasad keluarga dua kasus tersebut saling berkaitan.
Lantas, apa saja kemiripan dua kasus temuan jasad tersebut? Berikut rangkumannya.
1. Korban Satu Keluarga
Jasad ibu dan anak, Grace Arijani Harahapan (65) dan David Ariyanto (38), ditemukan di kediaman mereka di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, pada Kamis (7/9/2023). Hal ini mirip dengan kasus Kalideres yang juga melibatkan satu keluarga.
Temuan di Kalideres adalah jasad ibu Margaretha Gunawan (68), ayah Rudyanto Gunawan (71), dan anak Dian (40). Ada pula ipar Rudyanto bernama Budyanto Gunawan. Waktu kematian korban di dua kasus itu juga sama-sama tak diketahui pasti.
Baca Juga: Polisi Periksa dua Saksi di Kasus Ibu dan Anak Tewas Tinggal Kerangka di Depok
2. Korban Sama-sama Pribadi yang Tertutup
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto mengatakan, menurut keterangan warga, ibu dan anak di Cinere memang hanya tinggal berdua. Mereka sudah sebulan tidak keluar rumah hingga Ketua RT dan petugas keamanan memeriksanya.
Hadi juga menyebut bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Berdasarkan keterangan warga setempat, mereka tidak pernah bersosialisasi.
Sama halnya keluarga di Kalideres yang bahkan tak pernah berkomunikasi dengan saudaranya.
Menurut adik kandung salah satu korban yang datang ke Mapolsek Kalideres, komunikasi terakhir terjadi sekitar lima tahun lalu. Para korban di Kalideres itu dianggap menjauhkan diri dari keluarga inti. Namun, hingga kini tidak diketahui apa masalahnya.
3. Korban Tinggal di Perumahan Elite
Kemiripan selanjutnya adalah para korban pada dua kasus itu tinggal di perumahan elite. Grace dan David sendiri menetap Perumahan Bukit Cinere Indah. Namun, kondisi rumahnya saat ditemukan jasad keduanya memang memprihatinkan.
Di mana rumput liar sudah menjulang tinggi hingga sebagian genteng yang hampir ambruk.
Tag
Berita Terkait
-
Telusuri Dugaan Pemprov DKI Beli Lahan Sendiri, Majelis Hakim Terjun Langsung ke Lapangan
-
Kasus Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Jadi Tengkorak di Cinere, Pesan 'To You Whom Ever' Jadi Perhatian Psikolog Forensik
-
Kasus Ibu dan Anak Jadi Tengkorak di Cinere, Eks Ketua RT Sebut Korban Jarang Berinteraksi dengan Lingkungan
-
Temuan Jasad Ibu dan Anak Tinggal Kerangka di Depok, Polisi: Mirip Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres
-
Jasad Ibu dan Anak yang Tewas Mengering di Cinere Ditemukan dalam Kamar Mandi Pembantu
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat