Suara.com - Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap kasus produksi film pornografi yang melibatkan sejumlah artis dan selebgram di Jakarta Selatan. Dua di antaranya Siskaeee dan Virly Virginia.
Pihak kepolisian juga telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut kelima tersangka masing-masing berinisial I, JAAS, AIS, AT dan ET.
Lantas, siapa sosok pemilik rumah produksi tersebut?
Sosok berinisial I diduga merupakan orang di balik rumah produksi. Ia berperan sebagai sutradara sekaligus admin dan pemilik situs tersebut.
I juga memiliki tiga situs yang berisi film-film dewasa berbayar. Hal itu diungkapkan berdasarkan temuan tim patroli siber, yaitu situs https://kelassbintangg.com/, https://togefilm.com/, dan https://bossinema.com/).
Ketiga situs tersebut mentransmisikan film pornografi berbayar dengan durasi 1 hingga 1,5 jam.
Bersama tersangka lain, I telah memproduksi 120 judul film dewasa, salah satunya berjudul Kramat Tunggak yang diperankan Siskaeee dan Virly Virginia.
"Dari 120 judul film yang ditransmisikan di tiga website dimaksud salah satunya adalah film Kramat Tunggak yang sempat dilakukan pemblokiran oleh Kominfo di akhir bulan April tahun 2023," jelas Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
Tarif Langganan yang Ditawarkan
Baca Juga: Bintangi Film Dewasa, Virly Virginia Ungkap Mana Adegan Asli dan Trik Kamera
Sebanyak 10 ribu pengguna ternyata sudah bergabung dan berlangganan pada situs buatan I bersama tersangka lain. Para pengguna bergabung dengan membayar tarif langganan yang berbeda-beda.
Melalui situs tersebut, I dan tersangka lain menawarkan tarif paket yang berbeda, mulai dari membayar Rp50 ribu dengan masa berlangganan satu hari.
"Adapun jenis atau tarif yang ditawarkan, ada yang paket berlangganan 1 hari dengan membayar Rp50 ribu, 1 minggu Rp150 rb, 1 bulan Rp250 ribu, 1 tahun Rp500 ribu," jelas Kombes Ade.
Peran Karyawan yang Jadi Tersangka
Kelima orang yang sudah menjadi tersangka, termasuk I memiliki peran masing-masing. I sebagai sutradara, admin, sekaligus pemilik dan produser.
Sementara itu, laki-laki JAAS sebagai juru kamera, laki-laki AT sebagai sound engineering, dan laki-laki AIS sebagai editor.
Berita Terkait
-
Bintangi Film Dewasa, Virly Virginia Ungkap Mana Adegan Asli dan Trik Kamera
-
Bongkar Profil Virly Virginia, Eks Model Majalah Dewasa Kini Terjerat Skandal Film 'Keramat Tunggak'
-
Produksi Film Porno Jaksel Hasilkan Untung Rp500 Juta, Investasi Berbagai Aset
-
Kramat Tunggak, Lokalisasi Era Gubernur Ali Sadikin Jadi Judul Film Porno Siskaeee dan Virly Virginia
-
Ada Adegan Siskaeee Salat Sebelum Berhubungan Intim di Keramat Tunggak
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM