Suara.com - Perusahaan pinjaman online (pinjol) AdaKami, tengah menjadi bulan-bulanan publik. Sebab, menurut pernyataan warganet melalui X atau yang dulunya Twitter, @rakyatvspinjol, platform tersebut sampai menelan korban jiwa dengan metode penagihan yang tak wajar.
Berdasarkan penuturan akun itu, nasabah AdaKami berinisial K meminjam uang sebesar Rp9,4 juta. Namun, pria ini disebut-sebut perlu mengembalikan pinjaman hingga Rp19 juta. Ia yang belum mampu membayar, diancam melalui telepon dan orderan fiktif ojek online.
K harus berhenti bekerja usai pihak AdaKami terus menghubungi kantornya. Ia bahkan kerap menerima orderan fiktif sehingga perlu membayar barang yang tidak ia pesan. Merasa tak kuat lagi, ia memilih untuk bunuh diri. Meski sudah tutup usia, platform itu masih meneror.
Teror diketahui diterima oleh keluarga K seusai pria itu mengakhiri hidupnya. Cara penagihan yang berlebihan hingga menelan korban jiwa membuat AdaKami menerima sorotan tajam dari publik. Tak sedikit yang mencari tahu informasi mengenai profil perusahaan tersebut.
Profil AdaKami
AdaKami berada di bawah naungan PT Pembiayaan Digital Indonesia dan menjadi salah satu penyedia layanan pinjaman tanpa agunan. Perusahaan yang mengoperasikan platform ini sudah memiliki izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut surat OJK Nomor KEP-128/D.05/2019, AdaKami mengklaim dapat memberikan pelayanan pinjaman yang aman dan nyaman bagi para nasabahnya. PT Pembiayaan Digital Indonesia sendiri menaungi platform pinjol tersebut sejak tahun 2019 silam.
Mengutip laman resmi mereka, AdaKami mampu memperoleh pendapatan lebih dari Rp1,24 triliun hingga tahun 2022. Dari sini, platform tersebut membutuhkan biaya beban pokok dan operasional sebesar Rp854,9 miliar. Jadi, total laba yang diterima Rp393,2 miliar.
Sementara itu, laba bersih AdaKami tahun berjalan per 31 Desember 2022 mencapai Rp170,3 miliar. Lalu, total aset mereka pada periode tersebut diketahui sebesar Rp617 miliar. Nominal ini terdiri dari aset lancar senilai Rp579,2 miliar serta aset tidak lancar Rp37,8 miliar.
Baca Juga: Adakami Ternyata 'Dikuasai' Perusahaan China, Viral Usai Teror Hingga Bunuh Diri
Jajaran direksi PT Pembiayaan Digital Indonesia terdiri dari pengusaha besar di Indonesia. Untuk posisi Direktur Utama atau Dirut dijabat oleh Bernardino Moningka Vega. Di sana, ia juga merangkap sebagai CEO dan Founder yang berdiri pada tahun 2018.
Tanggapan AdaKami
Menanggapi kasus tersebut, Brand Manager AdaKami Jonathan Kiss mengatakan saat ini pihaknya tengah. menyelidikinya lebih lanjut. Hal itu dilakukan dengan menghubungi akun @rakyatvspinjol untuk dimintai keterangan dan mengumpulkan fakta.
"AdaKami turut prihatin mendengar kabar tersebut. Saat ini pihak kami telah menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol untuk minta keterangan lebih lanjut dan mengumpulkan fakta agar dapat melakukan investigasi lebih mendalam," kata Jonathan dalam keterangan tertulis, Selasa (19/9/2023).
Mereka juga sedang berupaya mencari tahu identitas korban atau keluarganya. Dengan begitu, investigasi menyeluruh bisa cepat dilakukan. Jonathan pun mengimbau agar masyarakat dapat melapor dengan bukti jika menemukan aksi penagihan yang melanggar SOP.
OJK Panggil AdaKami
Berita Terkait
-
Adakami Ternyata 'Dikuasai' Perusahaan China, Viral Usai Teror Hingga Bunuh Diri
-
Siapa Pemilik Adakami, Pinjol yang Diduga Bikin Nasabah Bunuh Diri
-
Teror Pinjol Adakami Viral, Disebut Jadi Penyebab Nasabah Bunuh Diri
-
Viral Modus Teror Pinjol Terbaru: Mengerikan, Nasabah sampai Bunuh Diri
-
Siapa Direktur Utama AdaKami? Ini Profil Bernardino M Vega Lengkap Usai Heboh Nasabah Bunuh Diri
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan