Suara.com - Nama Sandiaga Uno mencuat belakangan ini setelah dielu-elukan bakal jadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo. Berikut ini biodata Sandiaga Uno yang dirangkum dari berbagai sumber.
Sandiaga Salahudin Uno adalah sosok kelahiran Riau namun memiliki darah capuran Gorontalo dan Jawa. Sebelum terjun ke pusaran politik, namanya dikenal sebagai pengusaha.
Lahir di Sumatera, 28 Juni 1969, Sandiaga Uno kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merangkap Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Jabatan ini diresmikan pada Desember 2020 ketika Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Jokowi melakukan perombakan.
Sebelumnya, Sandiaga Uno juga dikenal sebagai Wakil Gubernur Jakarta, mendampingi Anies Baswedan selama kurun waktu 2017 - 2022.
Di tengah masa jabatan tersebut, namanya sempat mencuat sebagai calon Wakil Presiden alias cawapres, berpasangan dengan Prabowo Subianto pada pemilu 2019.
Putra dari Razif Halik Uno dan Rachmini Rachman ini memiliki garis keturunan bangsawan dari ayahnya yang merupakan pria asli Gorontalo.
Marga Uno yang ia sandang berasal dari sang kakek, Abdul Uno, yang merupakan keturunan Raja Unonongo. Secara silsilah, Raja Unonongo merupakan keturunan dari Sultan Botutihe yang pernah memimpin Kesultanan Gorontalo.
Kakek Sandiaga Uno, Abdul Uno pernah menggoreskan sejarah sebagai salah satu perintis pers di Kota Gorontalo. Bersama Pemuda Gorontalo, sang kakek mendirikan Gorontalo Institut dan menelurkan majalah Po' Noewa.
Baca Juga: Soal Wacana Duet dengan Ganjar, Gerindra Ngotot Capres Tetap Prabowo Walau Komunikasi dengan PDIP...
Garis bangsawan Sandiaga Uno tak hanya diturunkan dari sang kakek, namun juga dari sisi neneknya, Intan Ruaida Monoarfa yang merupakan keturunan Raja Gorontalo dengan marga Monoarfa.
Garis keturunan ini juga yang membuat Sandiaga Uno memiliki hubungan kekerabatan dengan beberapa nama besar di Republik Indonesia, sebut saja Presiden ke-3 B.J Habibie, Bapak Geologi J.A Katilie dan Suharso Monoarfa.
Sandiaga Uno memiliki prestasi mentereg di bidang bisnis. Ia merintis perusahaan financial bernama PT Saratoga Advisor yang berkembang pesat.
Latar belakang pengusaha ini juga yang menyeret namanya ke dalam daftar orang paling kaya di Indonesia urutan ke-29, versi majalah Forbes tahun 2009.
Di tahun 2011, namanya kembali mentereng ketika majalah yang sama merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno masuk ke urutan 37 dengan total kekayaan mencapai USD 660 juta.
Suami Nus Asia ini memiliki tiga orang anak, yaitu Sulaiman Saladdin Uno, Amyra Athefaa dan Anneesha Atheera Uno.
Sempat merasakan pendidikan luar negeri, Sandiaga Uno merupakan lulusan berprestasi dari Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude.
Ia juga pernah meraih beasiswa untuk pendidikan lanjutan di Universitas George Washington, Amerika Serikat dan lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4,00.
Kecerdasannya merupakan warisan dari kakeknya yang berasal dari tanah Jawa, Raden Abdoellah Rachman. Kakek dan neneknya, Raden Siti Koersilah adalah sosok pendidik yang mahir berbahasaasing seperti Inggris, Belanda, dan Jepang.
Dari garis keturunan kakeknya, Sandiaga Uno juga memiliki kekerabatan dengan tokoh pendidikan nasional, Arief Rachman.
Sementara itu, ayah dan ibu Sandiaga Uno juga tak kalah mentereng karena berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Razif Halik Uno bekerja di perusaahn Caltex dan ibunya, Rachmini Rachman adalah seorang guru kepribadian.
Demikian biodata Sandiaga Uno lengkap dengan silsilah keluarganya. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Gerindra Ogah Paksa Diri Duetkan Prabowo-Ganjar, Habiburokhman: Tak Mungkin Satu Koalisi Ada Dua Capres
-
Ketum Parpol Koalisi Bakal Putuskan Cawapres yang Terbaik, PPP Masih Berharap Sandiaga Jadi Pilihan Megawati
-
Berbeda dengan Tim Pemenangan Nasional, Ini Tugas BAJA AMIN Pengganti Tim 8
-
Respons Kans Duet Ganjar dan Prabowo, AHY: Mungkin Itu Bisa, tapi...
-
Soal Isu Dua Paslon di Pilpres 2024, Anies Baswedan Malah Pamer Koalisi Perubahan Solid dan Siap
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari
-
BGN Atur Skema MBG Selama Libur Lebaran, Begini Teknis Distribusinya
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
ABK Dituntut Hukuman Mati terkait Sabu 2 Ton, DPR Ingatkan Hakim: Itu Opsi Terakhir
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya
-
Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba
-
Sopir Tertidur Picu Tabrakan Adu Banteng Transjakarta di Cipulir, 24 Orang Luka-Luka
-
10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku