Suara.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyarankan Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono membuka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023. Hal ini dilakukan agar semua pihak bisa turut memantau anggaran dan program yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian dalam dokumen pemandangan umum fraksi terhadap rancangan perda tentang APBD DKI Jakarta tahun 2024.
Justin pun mengingatkan pihaknya pernah menemukan anggaran janggal, yakni pengadaan lem aibon senilai Rp 82 miliar dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2020 saat era kepemimpinan Anies Baswedan.
"Dengan kemudahan akses tersebut, fraksi PSI dapat mempertanyakan berbagai kejanggalan anggaran termasuk yang saat itu sempat cukup ramai dibicarakan yaitu mengenai anggaran lem aibon," ujar Justin, dikutip Selasa (10/10/2023).
Dokumen RAPBD Pemprov DKI sempat diberikan akses secara terbuka melalui sistem e-budgeting pada masa kepemimpinan eks Gubeenur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun, Anies selaku penerusnya malah mengganti sistem itu dan tak lagi membuka akses dokumen ke publik.
"Kami masih mengingat, saat pertama kali kami terlibat dalam pembahasan rancangan APBD, kami dapat dengan mudah mengakses setiap detail rancangan anggaran melalui situs smart APBD," ucap Justin.
Ia pun menyayangkan keputusan Anies tersebut karena menimbulkan kesan tak mau diganggu saat penyusunan anggaran.
"Namun sayangnya, keramaian tersebut justru nampaknya membuat Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan menjadi terkesan tidak nyaman, dengan melakukan pembatasan informasi detail anggaran di DKI Jakarta," lanjutnya.
Oleh karena itu, Justin berharap Heru meniru Ahok ketimbang Anies dalam memberikan akses informasi soal RAPBD kepada publik.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Cuma 5 Persen, NasDem Somasi LSI Denny JA
"Sehingga anggaran DKI Jakarta yang nilainya mencapai kisaran Rp80 triliun tidak hanya dapat diawasi oleh kami pihak legislatif, tetapi juga dapat diawasi oleh khalayak umum," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla Tegaskan Tak Akan Gabung Timses Capres-Cawapres 2024
-
Belum Saatnya, PSI Tolak Wacana Ganjil Genap untuk Sepeda Motor di Jakarta
-
Bila Gibran Jadi Cawapres, Kaesang: Saya Harus Fair, Bukan karena Saya Dekat dengan Pak Wali Kota
-
Elektabilitas Anies Baswedan Cuma 5 Persen, NasDem Somasi LSI Denny JA
-
Dengar Kabar PSI Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Tak Mau Geer Duluan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas