Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni merespons soal seruan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina yang meminta masjid-masjid di Indonesia menyampaikan khotbah mengenai perjuangan Hamas dan rakyat Palestina melawan zionis Israel saat salat jumat hari ini. Ia menganjurkan agar seluruh masjid mengikuti seruan itu.
Namun, ia menyampaikan catatan penting kepada para penceramah atau khotib agar bisa memahami soal khotbah ini. Khususnya, soal perbedaan antara Bani Israil dengan negara Israel.
"Kami juga menyerukan atau penting dipahami para khatib-khatib ini harus bijak. Karena Bani Israil dan negara Israel ini dua hal yang berbeda itu," ujar Imam saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/10/2023).
Imam mengatakan, Bani Israil adalah kaum Israil yang merupakan keturunan nabi Ibrahim. Mereka berbeda dengan pemerintah negara Israel yang melakukan tindakan keji kepada Palestina dengan semangat zionisme.
"Maka itu jangan nanti sampai ada keinginan-keinginan mengutuk, melaknat Bani Israil. Karena bani israil itu termasuk anak-anak nabi Ibrahim dan orang-orang baik," jelasnya.
"Kalau negara Israel itu memang negara dengan pola dan semangat zionis yang cukup kejam," tambahnya.
Karena itu, jika nantinya khotib menyampaikan doa untuk mengutuk serangan terhadap Palestina, jangan sampai malah menyebut Bani Israil karena malah tidak tepat.
"Jadi ini juga harus dibedakan. Jangan sampai doanya laknatlah Bani Israil, lain lagi itu. Salah sasaran," pungkasnya.
Seruan Kedubes Palestina
Baca Juga: Kedubes Palestina Serukan Khotbah Jumat di Masjid RI Bahas Soal Perjuangan Melawan Israel
Diberitakan sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina menyerukan masjid-masjid di Indonesia untuk menyampaikan khotbah mengenai perjuangan Hamas dan rakyat Palestina melawan kekejaman Israel pada salat jumat hari ini. Surat ini disampaikan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun kepada pengurus-pengurus masjid di Indonesia.
Khotbah di masjid-masjid di Indonesia diminta Zuhair berisi soal bagaimana kondisi berbagai simbol agama islam penting yang seharusnya dijaga di Palestina malah dirusak oleh zionis Israel.
"Kami berharap agar khutbah Jumat yang akan disampaikan, pada tanggal 13 Oktober 2023, di masjid-masjid di Indonesia, berbicara tentang Palestina, Baitul Maqdis, Masjid Al-Aqsa yang diberkati," ujar Zuhair dalam suratnya, dikutip Jumat (13/10/2023).
Para khotib diminta menyerukan pendudukan yang dilakukan Israel di tanah Palestina adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang seharusnya dijunjung tinggi semua umat beragama.
"Dan menegaskan bahwa pendudukan Israel terhadap Palestina adalah pelanggaran hak-hak yang sah, sebagaimana halnya dengan semua bangsa di seluruh dunia," tuturnya.
Ia juga menyatakan di Palestina saat ini terdapat semangat perjuangan, jihad, keberanian, dan keteguhan dalam menghadapi penjajahan yang dipersenjatai dengan kematian, kolonialisme, hingga keangkuhan Israel. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada Presiden serta rakyat Palestina yang tetap bertahan dan berjuang melawan Israel.
Tag
Berita Terkait
-
Kedubes Palestina Serukan Khotbah Jumat di Masjid RI Bahas Soal Perjuangan Melawan Israel
-
Sayap Tentara Hamas, Brigade Al-Qassam Bebaskan Sandera Ibu dan Dua Anak Asal Israel
-
Korban Serangan Israel Terus Bertambah, Jenazah Tergeletak hingga Area Luar RS Indonesia di Gaza
-
Labeli Kelompok Hamas Teroris, Monique Rijkers Aktivis Pro Yahudi: Saya Bukan Ajak untuk Anti-Palestina!
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene