Sebagaimana kita tahu mesin MRI memiliki kekuatan gelombang radio dan magnet yang sangat besar. Senjata dan granat itu dapat meledak dengan mudah akibat mesin MRI.
Apakah tidak terlalu berbahaya bagi Hamas sendiri, menyembunyikan granat dan senjata militer di dekat mesin MRI?
3. Pintu Anti Ledakan
IDF juga mengklaim menemukan tas lain berwarna merah muda yang berisi seragam hingga senjata untuk satu orang pejuang Hamas. Tas itu disimpan diatas mesin di ruangan lainnya.
"Kami menemukan Grab bag lainnya. Ini kosong karena kami mengosongkan dan mengamankannya. Yang kami temukan, isi tas itu adalah alat militer lengkap untuk satu orang Hamas. Ada granat aktif, amunisi, sepatu, seragam dan AK-47," ujarnya.
Ia menambahkan, "Di dalam rumah sakit, tersembunyi di area ini. Lihat pintu ini, pintu anti ledakan, bagian dari klinik dan rumah sakit. Semua tampak seperti rumah sakit, tapi yang satu ini tidak."
4. Laptop Hamas Kok Layarnya Tentara IDF?
IDF juga menunjukkan sebuah laptop yang mereka temukan dan diklaim sebagai milik Hamas. Laptop tersebut mereka temukan di ruangan MRI.
"Aku tidak tahu ini milik siapa, tapi ini akan dianalisa oleh intelegen kita. Ada radio komunikasi, beberapa piringan CD, dan komputer (laptop) yang dapat memberatkan bukti," ucapnya.
Menariknya, video IDF ini telah dipotong pada menit-menit akhir. Dalam video pertama yang diunggah berdurasi 7.19 menit.
Sementara video yang sudah dipotong hanya menjadi 6.59 menit. Pada bagian yang dipotong pun nampak sebuah foto tentara IDF di layar laptop tersebut.
Meskipun video itu telah dipotong oleh IDF tapi warganet sempat menangkap gambarnya dan menyangsikan klaim Israel ini.
Dikutip dari timesofisrael.com, awalnya juru bicara IDF mengatakan kepada BBC, mengklaim bahwa laptop berisi foto dan video sandera yang diambil setelah penculikan di Gaza.
IDF mengatakan bahwa di salah satu laptop, layarnya memperlihatkan foto tentara wanita IDF bernama Ori Megidish.
5. Tidak Ada yang Tertangkap
Anehnya, IDF tidak menyebutkan satu nama pun pejuang Hamas yang tertangkap. Dalam video-video yang lain yang diunggah pihak Israel pun tidak menyebutkan "telah melumpuhkan pasukan Hamas".
Apakah IDF masuk ke rumah sakit dan menyerang ruangan kosong? Kejanggalan ini juga dirasakan oleh analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara.
Dalam sebuah video kanal YouTube Al Jazeera English, Bishara mengungkapkan analisanya atas beberapa klaim Israel tersebut.
"Mereka menunjukkan kepada kita senjata itu, sungguh mencengangkan. Mengapa Hamas meninggalkan senjata bukan yang lain?" kata Bishara heran.
Ia bahkan mengibaratkan klaim Israel ini seperti adegan dalam film Godfather.
"Itu terdengar kocak tapi benar-benar tragis. Sebab Israel pikir ini akan berhasil. Faktanya, menurut mereka ada militan Hamas di sana satu-satunya yang bisa melindungi mereka adalah senjata tapi kenapa (Hamas) meninggalkan senjata disana?" ucapnya.
Bishara menduga, Israel tidak bisa menunjukkan bukti bahwa Hamas disana. Jadi Israel menduga-duga barang-barang disana sebagai milik Hamas.
"Jadi Israel menunjukkan dugaan itu sebagai bukti padahal itu adalah omong kosong. Mereka tidak memiliki apapun untuk ditunjukkan sebagai pembenaran melakukan genosida di Gaza dan pengeboman rumah sakit dan daerah sekitarnya," ujar Bishara.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat untuk jeli melihat tingkah IDF akhir-akhir ini. Terutama ketika militer Israel membawa kardus-kardus yang diklaim sebagai bantuan alat medis ke rumah sakit.
"Ketika mereka membawa sejumlah kardus ke dalam RS Shifa beberapa jam terakhir. Kita lihat videonya, mereka membawa kardus ke dalam. Saya hanya berpikir mungkin saja mereka merekayasa TKP di rumah sakit untuk memperlihatkan Hamas ada di sana," kata Bishara.
Bagi Bishara, klaim-klaim ini mengingatkannya pada perang Irak. Dimana Amerika terus-terusan memberi narasi bahwa ada senjata pemusnah massal yang disembunyikan Irak. Padahal nyatanya senjata itu tidak pernah ditemukan.
"Bagi saya ini seperti memori tentang perang Irak, senjata pemusnah massal. Nyatanya tidak ada yang namanya senjata pemusnah massal. Dan tidak ada markas Hamas di bawah rumah sakit. Itu semua pembenaran untuk mereka melakukan kejahatan perang," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan