Suara.com - Rumah Sakit Indonesia tidak lepas dari incaran militer Israel yang sedang melakukan agresi ke Jalur Gaza, Palestina.
Militer Israel berdalih bahwa ada terowongan Hamas di bawah tanah RS Indonesia sehingga mereka tidak ragu menembakkan bom atau rudal ke sana.
Hal inilah yang dipermasalahkan relawan kemanusiaan Muhammad Husein yang baru kembali usai tinggal di Gaza selama 13 tahun belakangan.
“Kan saya sama temen-temen yang bangun rumah sakit itu, sama temen-temen MER-C,” ucap Husein yang mengaku masih tergabung di organisasi tersebut hingga 2016.
“Setiap hari kita mantengin pembangunan itu, dari setiap step-nya,” sambungnya, seperti dikutip dari akun TikTok @ahmad_zuliandra, Sabtu (18/11/2023).
Karena itulah, relawan yang juga dikenal sebagai Husein Gaza tersebut heran ketika militer Israel mengaku mempunyai denah RS Indonesia saat dibangun tahun 2010. Pasalnya sebagai salah satu relawan yang terjun langsung, Husein menegaskan RS Indonesia dibangun mulai tahun 2011.
“Jadi ketika sampai mereka bilang, ‘Ini kami punya foto denah RSI ketika masih konstruksi tahun 2010’, saya bilang, ‘2010 belum ada apa-apa di sana, masih tanah lapang, RSI itu dibangun 2011’,” tuturnya.
Karena itulah Husein menegaskan banyak sekali informasi yang sudah dibuat-buat oleh Israel demi memuluskan langkah mereka menduduki paksa wilayah Palestina.
Sebab menurut Husein, personel militer Israel ternyata tidak sebaik yang digambarkan. Husein bahkan menyentil beberapa tentara yang lebih jago TikTok-an ketimbang beraksi di lapangan.
Baca Juga: Usai Ratakan Gaza Utara, Eks PM Israel Ganti Sebut Pusat Komando Hamas Ada di Selatan
“Tentara Israel itu ya, mohon maaf, dungu-dungu. Mereka itu bener-bener nggak teredukasi dengan baik. Mungkin tersebar ya, beberapa tentara Israel yang jago banget sama goyang TikTok itu,” jelas Husein.
“Ada yang siangnya jadi tentara, malamnya jadi tulang lunak,” celetuk Arie Untung menimpali yang tampak membuat Husein ikut tertawa.
“Iya tulang lunak itu, (tapi) itulah kenyataan. Jadi bener-bener nggak ada yang mereka tercapai, jadi mereka fabrikasi itu semua,” tandas Husein.
Berita Terkait
-
Bang Onim Sebut Felycia Angelista Niat Donasi ke Gaza Palestina Untuk Saudara Kristen, Netizen: Waduh Pilih-pilih
-
Tega! Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina Akibat Terganggu Suara Tangis, Ibu Dilarang Ambil Jasad
-
Akhir Hayat Warga Israel: Disandera di Gaza, Meninggal Kena Serangan Panik Akibat Aksi Brutal Negara Sendiri
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian