Suara.com - Sekretaris Departemen IV DPP Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, dengan tegas menyampaikan bakal keluar dari partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY jika Anies menang Pilpres 2024. Tak hanya itu, dia juga bakal berhenti dari dunia politik kalau Anies jadi Presiden RI.
Hal itu disampaikan Hasbil melalui akun X pribadinya seperti dikutip Suara.com pada Jumat (15/12/2023). Dalam postingan itu, Hasbil juga membagikan dua tangkap layar pemberitaan soal rapor merah Anies saat menjadi Gubernur Jakarta.
"Kalau @aniesbaswedan menang Pilpres, saya cabut dari dunia politik! Save tweet ini," jelas Hasbil.
Postingan Hasbil itu hingga Jumat sore sudah dilike lebih dari 483 netizen dan mendapat komentar lebih dari seribu.
Kebanyakan warganet yang berkomentar malah menayakan manfaat yang didapat rakyat jika Hasbil tak lagi jadi politikus jika Anies menang Pilpres 2024.
"Apakah Indonesia akan bubar kalau anda cabut dari dunia politik?," tulis @be_hamami.
Selain itu, akun @rektrektrekt123 juga mengungkit soal janji-janji politisi di tahun politik. Di antaranya soal janji eks Ketum Demokrat Anas Urbaningrum yang siap digantung di Momas jika terlibat korupsi hingga pernyataan Amien Rais siap jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta.
"Banyak berseliweran yang berjanji gini. Kok cuma cabut?, yang mau digantung di Monas, yang mau jalan dari Jogja ke Jakarta, yang iris kuping etc etc dan semua nya berbohong. Politikus kok minta dipercaya," kata dia.
Kemudian akun @dodojogja2 malah memita Hasbil untuk langsung cabut dari dunia politik tanpa harus menunggu Anies menang Pilpres atau tidak.
Baca Juga: Gibran Lagi Pusing Gegara Asam Sulfat, AHY: Tentang Apa Itu Ya?
Ini dikarenakan dia menganggap Hasbil yang merupakan Caleg DPR RI Dapil Sumut 3 itu tidak dibutuhkan di Indonesia.
"Sekarang saja pak.. gak usah ragu-ragu.. Dunia politik Indonesia sama sekali tidak membutuhkan anda!..," jelasnya.
Berita Terkait
-
Demokrat DKI: Biaya Politik Bukan Alasan Gubernur Jakarta Dipilih Presiden
-
Ingin Ada Perubahan, Sejumlah Pendiri dan Eks Kader Demokrat Dinaturalisasi Jadi Pendukung Anies-Muhaimin
-
Timnas AMIN akan Naturalisasi Eks Kader Demokrat Hari Ini, Siapa?
-
Gibran Lagi Pusing Gegara Asam Sulfat, AHY: Tentang Apa Itu Ya?
-
AHY Fokus Dulang Suara Demokrat di Wilayah DKI Jakarta dan Jawa
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika