Suara.com - Profil Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Topandri disorot setelah terlibat dalam kecelakaan saat mengendarai mobil di Jalan Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Penukal Abab Pematang Ilir (PALI).
Mobil yang ia kendarai menabrak satu unit sepeda motor yang ditumpangi oleh tiga anak di bawah umur. Ketiganya adalah CK (13), A (7), dan B (14). CK dan A yang diketahui sebagai kakak beradik meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sementara B kini menjalani perawatan serius di rumah sakit.
Kasi Humas Polres PALI, AKP Adriansyah, mengatakan saat ini pihaknya tidak menahan Topandri karena bersikap kooperatif selama penyelidikan.
Sementara ketiga bocah juga melakukan pelanggaran karena menaiki sepeda motor di jalan raya dengan sistem bontong tiga di jalan raya. Informasi terakhir Topandri saat ini diamankan di Polres PALI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Profil Topandri
Topandri menjabat sebagai Komisioner KPU Lubuklinggau sejak 2019. Jabatannya akan berakhir pada 2024 mendatang. Meski meniti karier di Lubuklinggau, Topandri sebenarnya lahir di Maninjau, Sumatera Barat. Namun dirinya menghabiskan masa remaja di SMA Muhammadiyah 1 Palembang kemudian kembali merantau untuk kuliah di Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu (Unhaz).
ari pengalaman di bangku kuliah ini, pria kelahiran 25 Februari 1972 tersebut mulai meniti karier di dunia politik hingga menjadi komisioner KPU.
Menyoal kecelakaan yang menyeret namanya, dia tengah mengupayakan jalur damai. Topandri diketahui mengajukan restorative justice.
Melansir Hukum Online, di dalam restorative justice terdapat prinsip dasar yang merupakan pemulihan kepada korban yang menderita akibat kejahatan dengan memberikan ganti rugi kepada korban, perdamaian, pelaku yang melakukan kerja sosial, maupun kesepakatan lain. Restorative justice bertujuan untuk penyelesaian hukum guna menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana.
Baca Juga: Alami Kecelakaan, Tiga Anggota LUN8 Batalkan Jadwal Promosi
Dengan kejadian kecelakaan yang menyeret nama Topandri ini, aktivitas di KPU Lubuklinggau tetap berjalan dengan normal. Kasus yang menjerat Ketua KPU itu tudak mengganggu kerja – kerja KPU menyelesaikan tahapan pra pemilu menyongsong Pesta Demokrasi 2024. Saat ini, kendati Topandri berada di Polres PALI, kerja empat komisioner KPU lain tetap berjalan seperti biasanya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Audit Seluruh Smelter Secara Profesional, Objektif, dan Menyeluruh
-
Bentuk Tim Pengawas Ketenagakerjaan, Kemnaker Investigasi Penyebab Kecelakaan Kerja di Morowali
-
Buntut Ledakan Tungku Smelter ITSS di Morowali, Anies Minta Tenaga Kerja Asing Diaudit
-
Angka Kecelakaan saat Nataru Turun 39 Persen, Menhub Berharap Tak Ada Kecelakaan Bus
-
Alami Kecelakaan, Tiga Anggota LUN8 Batalkan Jadwal Promosi
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
-
Libur Tahun Baru 2026, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100 Ribu Orang
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu
-
Gebrakan Dedi Mulyadi: Jabar Haramkan Penanaman Sawit Baru, Ancam Krisis Air
-
Pupuk Bersubsidi Langsung Bergerak di Tahun Baru, 147 Transaksi Terjadi dalam 16 Menit
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar