Suara.com - Berbagai peristiwa yang menyorot perhatian publik telah terjadi di Jakarta selama tahun 2023. Mulai dari persoalan mengenai rencana penerapan jalan berbayar alias Electronic Road Pricing (ERP) hingga Jakarta yang menjadi kota paling berpolusi se-dunia.
Suara.com mencoba merangkum berbagai peristiwa tersebut dalam kaleidoskop polemik Jakarta 2023.
ERP Ditolak Warga
Rencana penerapan ERP sebenarnya sudah lama diutarakan sejak Sutiyoso masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kemudian, Anies Baswedan kepala daerah saat itu sempat mencoba kembali mewujudkannya.
Namun, rencana gagal karena proyek ini gagal lelang. Hingga termutakhir, Heru Budi Hartono kembali mencoba peruntungannya dengan program pengurangan kemacetan itu.
Heru bahkan sempat merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PPLE) untuk mengatur penerapan ERP di 25 ruas jalan. Begitu rencana ini mencuat ke publik, masyarakat, khususnya ojek online (ojol) menolak keras.
Organisasi ojol bahkan berulang kali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah besar di depan Balai Kota DKI Jakarta. Polemik ini berlangsung sejak Januari 2023 hingga Februari dan akhirnya tak terdengar lagi kelanjutannya.
KPK Geledah DPRD DKI
Pada 17 Januari 2023, mendadak sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor DPRD DKI. Pantauan Suara.com saat itu, gedung legislator Kebon Sirih itu sempat tak bisa dimasuki oleh siapun dan dijaga ketat pihak keamanan.
Belakangan diketahui penggeledahan ini bertujuan untuk mencari dugaan korupsi pengadaan lahan di Pulogadung tahun 2018 saat eks Gubernur Anies Baswedan menjabat.
KPK saat itu melakukan penggeledahan di lantai 10, 8, 6,4, dan 2. Ruangan yang digeledah merupakan milik Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, eks Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Anggota DPRD Cinta Mega, hingga Komisi C.
Hasil penggeledahan itu, KPK mengamankan sejumlah barang, di antaranya dokumen dan alat elektronik.
Pejabat Flexing
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI sempat diperiksa lantaran dirinya atau keluarganya memamerkan kekayaan alias flexing yang tak sewajarnya. Hal ini menuai polemik lantaran mereka mengunggah berbagai barang mewah di media sosial.
Pertama, istri dan anak Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Massdes Arouffy, dan anaknya kerap pamer tas mewah di media sosial.
Kedua, Kasie Peningkatan Kualitas Perumahan dan Kawasan Permukiman Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Utara, Selvy Mandagi an keluarganya kedapatan doyan pamer kekayaan atau flexing. Keduanya diketahui kerap bermalam di hotel mewah dan membeli mobil hingga tas mewah.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama juga menuai polemik lantaran mengungkap dirinya mendapatkan gaji Rp34 juta per bulan di media sosial.
Penyelidikan melalui Inspektorat dilakukan kepada ketiganya lantaran polemik ini. Bahkan, Heru Budi mencopot Massdes dan Selvy dari jabatannya.
Skandal Judi Slot Cinta Mega
Anggota DPRD DKI, Cinta Mega ketahuan bermain judi slot melalui komputer tabletnya saat rapat paripurna pada Kamis (20/7/2023). Tindakan Cinta itu terekam oleh awak media yang turut menghadiri agenda tersebut.
Cinta yang saat itu merupakan anggota Fraksi PDIP pun sempat membantahnya. Ia menyebut permainan yang dimainkannya saat rapat paripurna adalah sejenis puzzle online bernama Candy Crush.
Hal ini pun menuai reaksi keras dari publik lantaran tak percaya dengan pernyataan Cinta. Apalagi, pada layar tablet yang dimainkan terdapat tampilan yang hanya ada di permainan judi slot.
PDIP pun melakukan penelusuran internal mengenai kasus ini. Hingga akhirnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI mengeluarkan rekomendasi pemecatan terhadap Cinta sebagai kader.
Kini, Cinta telah dipecat dari partai lambang banteng itu usai dapat persetujuan DPP. Cinta juga tetap maju dalam Pileg DKI meski berganti partai ke PAN.
Darurat Polusi
Selama pertengahan tahun Jakarta mendapatkan sorotan lantaran kondisi polusi udara yang buruk. Bahkan, berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara di Ibu Kota kerap kali jadi yang terburuk di dunia.
Foto udara kota Jakarta juga menunjukkan udara yang keruh seperti berkabut. Masyarakat juga mengeluhkan terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Masalah polusi udara ini pun menjadi perhatian khusus Pemrov DKI. Bahkan, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pencemaran Udara berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara.
Setelahnya, Pemprov juga memasang alat penyemprot kabut air untuk mengurangi polusi udara bernama water mist generator. Alat ini sekarang juga menjadi standar keamanan semua gedung di Jakarta.
Selain itu, Satgas juga menutup sejumlah pabrik yang dianggap menjadi salah satu pelaku pencemaran udara. Di samping itu, Heru Budi sempat menuai kontroversi lantaran mengatakan akan meniup polusi udara.
Penolakan Tilang Uji Emisi
Dalam penanganan polusi udara di Jakarta, Pemprov DKI mewajibkan masyarakat untuk melakukan uji emisi kendaraan. Bahkan, kepolisian bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sempat melakukan penilangan terhadap kendaraan yang belum lulus uji emisi pada bulan September dan Desember.
Namun, penilangan itu kini dibatalkan lantaran mendapatkan penolakan keras dari masyarakat. Kepolisian dan Pemprov tengah mengkaji ulang soal penilangan ini.
Meski begitu, razia uji emisi tetap dilaksanakan di sejumlah lokasi. Kendaraan akan dipilih secara acak untuk melakukan pengetesan.
Kampung Bayam
Konflik berlarut dialami warga eks Kampung Bayam, Jakarta Utara sepanjang 2023 ini. Masalah ini mencuat sebagai imbas dari pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Stadion berkapasitas 82 ribu orang itu membuat warga yang tinggal di Kampung Bayam jadi tergusur. Saat itu, di bawah kepemimpinan eks mantan Gubernur Anies Baswedan, warga dijanjikan hunian yang berlokasi dekat dengan tempat tinggal lama bernama Kampung Susun Bayam (KSB).
KSB dibangun dan kelola oleh BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Namun, ketika pembangunannya rampung, warga tak boleh langsung menempatinya lantaran ada selisih paham soal penetapan tarif.
Lantaran tak kunjung ada kesepakatan, pada tahun ini warga sampai menggelar tenda di dekat KSB. Mereka juga berulang kali unjuk rasa di depan Balai Kota DKI.
Hingga menjelang Piala Dunia U-17 di JIS, Pemerintah Kota Jakarta Utara memberikan hunian sementara pada warga di sejumlah rumah susun (rusun).
Namun, kekinian sejumlah warga kembali dan bahkan menempati secara paksa bangunan KSB itu. Mereka tetap ngotot ingin tinggal di bangunan yang sudah dijanjikan pemerintah.
Tag
Berita Terkait
-
Malam Tahun Baru Dijaga Ketat Ribuan Personel TNI-Polri, Konvoi Kendaraan Masuk Jakarta Bakal Diputar Balik!
-
Jakarta di 2023: Kematian Misterius, Pembunuh Berantai Anak hingga Skandal Firli Bahuri
-
Alasan Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Jubir Timnas AMIN Indra Charismadji
-
Lalu Lintas Lancar, Contraflow Di Tol Japek Dihentikan Sabtu Siang
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap