Suara.com - Jepang kini kembali dilanda oleh gempa yang terjadi pada tahun baru 2024, tepatnya Senin (1/1/2024). Gempa tersebut sontak menyegarkan memori masyarakat Negeri Sakura dengan gempa hebat yang terjadi pada 2011 dan melanda beberapa kawasan di Jepang.
Sebab pada gempa Jepang 2011, goncangan disusul dengan tsunami hebat yang menewaskan belasan ribu penduduk Jepang.
Lantas, apakah terjadi tsunami di gempa Jepang 2024 ini?
Berikut rangkaian fakta gempa Jepang 2024 yang dihimpun oleh Suara.com
Kekuatan gempa mencapai 7,4 SR
Kanal berita AFP melaporkan bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang merilis laporan gempa tersebut.
Dikutip dari AFP, kekuatan gempa mencapai 7,4 skala Richter (SR) sehingga tergolong ke dalam gempa besar.
Titik gempa di bawah laut
Dilaporkan juga bahwa titik gempa berada di 10 kilometer (6 mil) pada pukul 16.10 waktu lokal.
Baca Juga: WNI di Jepang Terdampak Gempa dan Tsunami Diminta Tetap Waspada, Begini Arahan Kemlu
Titik gempa ditelusuri berada di 42 kilometer (26 mil) timur laut Anamizu di prefektur Ishikawa.
Pemerintah mengeluarkan peringatan bahaya tsunami
Gempa tersebut membuat pemerintah mengeluarkan bahaya tsunami setinggi 5 meter yang diperkirakan menyapu Ishikawa, Niigata, dan Toyama, sebagaimana yang dilansir oleh Reuters.
Tak cukup di situ, diperkirakan bahwa pantai Noto, Prefektur Ishikawa juga terancam diterpa gelombang tsunami setinggi 5 meter.
Wajima diterpa tsunami
Peringatan tsunami ternyata menjadi realita. Sebab, salah satu kota di Prefektur Ishikawa diterpa tsunami.
Berita Terkait
-
WNI di Jepang Terdampak Gempa dan Tsunami Diminta Tetap Waspada, Begini Arahan Kemlu
-
WNI Terdampak Gempa Magnitudo 7,4 di Ishikawa Mengungsi ke Masjid
-
Thailand Kena Dibantai 0-5, Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia saat Lawan Jepang
-
Bolaang Mongondow Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 5 Meter, Penduduk Diminta Cari Daerah Lebih Tinggi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka