Suara.com - Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI, Mohammad Taufik Zoelkifli menyesalkan kebijakan perubahan 121 nama halte Transjakarta. Sebab, informasi penting ini dinilainya disampaikan terlalu mendadak ke masyarakat.
Ia bahkan mengakui banyak pelanggan Transjakarta yang mengeluhkannya di media sosial. Mereka jadi dirugikan lantaran minimnya sosialisasi yang dilakukan manajemen.
“Perubahan nama halte tanpa sosialisasi kepada pelanggan itu saya memang menyayangkan, kenapa komunikasi antara PT TJ dan penumpang nggak bagus. Pelanggan jadi dirugikan karena mereka jadi nggak tau mau ke mana atau gimana, kenapanya,” ujar Taufik dalam keterangannya, Senin (15/1/2024).
Lebih lanjut, Taufik meminta manajemen PT Transjakarta untuk merespons keluhan pengguna itu dengan baik. Respons baik terhadap keluhan pengguna itu merupakan salah satu bukti berkualitasnya pelayanan Bus TJ.
“Jadi ini keluhan yang harusnya segera ditanggapi oleh PT TJ. Misalnya dengan memberi sosialisasi kepada masyarakat dengan baik,” kata dia.
Selain itu, jika kurang optimal, sosialisasi langsung kepada masyarakat juga bisa dilakukan dengan melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta. Dengan cara ini, informasi soal kebijakan tersebut dapat langsung menyentuh masyarakat.
“Bisa juga disampaikan lewat 106 anggota DPRD yang melakukan reses. Apalagi mereka langsung masuk ke kampung-kampung. Efektif untuk memberikan sosialisasi,” tuturnya.
Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan pengubahan nama terhadap 121 halte yang tersebar di DKI Jakarta. Pelanggan diminta langsung menyesuaikan diri dengan kebijakan ini.
Pengubahan nama ini diketahui berdasarkan unggahan dari akun instagram resmi Transjakarta, @pt_transjakarta. Dalam unggahannya, dituliskan daftar nama halte yang diubah beserta nama barunya.
Baca Juga: Jangan Sampai Terkecoh! Ini Daftar 121 Nama Baru Halte Transjakarta
"Sahabat TiJe, mohon maaf apabila perjalananmu terganggu. Kamu dapat cek informasi penyesuaian beberapa nama halte Transjakarta pada postingan berikut atau pada tautan bit.ly/HalteTJ," ujar akun itu, dikutip Senin (15/1).
"Penyesuaian beberapa nama halte ini dlakukan untuk menetralisasi nama halte. Terima kasih sudah menggunakan layanan Transjakarta. Simak perubahan nama halte langgananmu ya," lanjutnya.
Berikut daftar rinci nama-nama halte yang diubah:
Koridor 1
1. Karet Sudirman menjadi Karet
2. Dukuh Atas 1 menjadi Dukuh Atas
3. Bank Indonesia menjadi Kebon Sirih
4. Monas menjadi Monumen Nasional
5. Olimo menjadi Taman Sari
6. Kali Besar Barat menjadi Kali Besar
7. Museum Fatahillah menjadi Museum Sejarah Jakarta
Koridor 2
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
-
KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp
-
Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone