Suara.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengaku semakin yakin pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul sekali putaran.
Dia punya beberapa alasan mengenai hal itu. "Sekali putaran itu peluangnya lebih besar terjadi ketimbang tidak terjadi kalau bahasa saya, itu level of confidence saya ini bisa terjadi 70 persen. 30 persennya lagi harus diusahakan," ujarnya dikutip dari YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Senin (15/1/2024).
Qodari menyampaikan, keyakinan tersebut berdasarkan angka-angka yang ditunjukkan oleh lembaga survei. Hasil yang disampaikan Indikator Politik Indonesia misalnya, memang angkanya masih 46,9 persen. Namun masih ada sekitar 7-8 persen belum memutuskan.
"Walaupun kalau yang belum memutuskan sekitar 7 atau 8 persen itu didistribusikan secara normal, metode atau prinsip yang diterima dalam dunia statistik, maka ya separuh dari 8 persen itu kan 4 persen ditambah dengan 47 persen, kan sudah 51 persen," katanya.
Namun, katakanlah surveinya tetap 46,9 persen atau absolute-nya 47 persen, itu ada kenaikan dari sebelumnya. Artinya tetap ada pertumbuhan meskipun tidak secepat sebelumnya.
Selain berdasarkan hasil survei, faktor lainnya yaitu hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi), PDI Perjuangan, dan Ganjar Pranowo.
"Sekarang antara Jokowi, PDIP, Ganjar itu makin putus. Jokowi makan siang dengan Pak Prabowo, kemudian Mas Ganjar mengatakan memang Pak Jokowi sudah berpihak kepada Pak Prabowo, yang statemen itu menurut saya blunder," ungkapnya.
Pernyataan tersebut, menurut Qodari, sama dengan mengumumkan kepada pendukungnya yang sebenarnya masih beririsan dengan penggemar Jokowi sudah bersama Probowo.
*Isu yang ketiga sekali putaran semakin meluas semakin banyak disampaikan semakin banyak diwacanakan termasuk juga oleh relawan Pak Jokowi yang merupakan relawan lamanya Pak Jokowi," bebernya.
Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Buktikan Uang Bukan Segalanya Dalam Pilpres, Kini Ditiru Anies Baswedan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
PBNU Rayakan Harlah Satu Abad di Istora Senayan Besok, Prabowo Dijadwalkan Hadir
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain
-
Ketika Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam dan Tak Melapor, Sejauh Mana Negara Berpihak?
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian