Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berencana memanggil jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam waktu dekat ini. Hal ini merupakan buntut dari penggantian nama halte yang dilakukan secara mendadak.
Prasetyo menilai pihak Transjakarta tak melakukan sosialisasi sebelum menerapkan kebijakan tersebut. Bahkan, para anggota DPRD DKI juga tak diberitahu soal pengubahan nama halte itu.
"Ya itu enggak ada komunikasi dengan dprd. Ntar gua tanyain lagi, ntar saya panggil lah, harusnya kan di sosialisasi dulu baru mendapatkan suatu keputusan," ujar Prasetyo kepada wartawan, Rabu (17/1/2024).
Menurutnya, dalam penerapan kebijakan apapun, pihak eksekutif dan legislatif harus saling berkoordinasi. Tujuannya agar nantinya masyarakat juga bisa menerima apabila ada perubahan yang mempengaruhi aktivitas publik.
"Ya sebagai pemerintah daerah kan ada eksekutif dan legislatif kalau dia mau sendiri-sendiri ya diemin aja udah," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan pengubahan nama terhadap 121 halte yang tersebar di DKI Jakarta. Pelanggan diminta langsung menyesuaikan diri dengan kebijakan ini.
Pengubahan nama ini diketahui berdasarkan unggahan dari akun instagram resmi Transjakarta, @pt_transjakarta. Dalam unggahannya, dituliskan daftar nama halte yang diubah beserta nama barunya.
"Sahabat TiJe, mohon maaf apabila perjalananmu terganggu. Kamu dapat cek informasi penyesuaian beberapa nama halte Transjakarta pada postingan berikut atau pada tautan bit.ly/HalteTJ," ujar akun itu, dikutip Senin (15/1/2024).
"Penyesuaian beberapa nama halte ini dlakukan untuk menetralisasi nama halte. Terima kasih sudah menggunakan layanan Transjakarta. Simak perubahan nama halte langgananmu ya," lanjutnya.
Baca Juga: Cegah Kemacetan, Presiden Joko Widodo Andalkan Transportasi Umum
Berikut daftar rinci nama-nama halte yang diubah:
Koridor 1
1. Karet Sudirman menjadi Karet
2. Dukuh Atas 1 menjadi Dukuh Atas
3. Bank Indonesia menjadi Kebon Sirih
4. Monas menjadi Monumen Nasional
5. Olimo menjadi Taman Sari
6. Kali Besar Barat menjadi Kali Besar
7. Museum Fatahillah menjadi Museum Sejarah Jakarta
Koridor 2
8. Pulogadung 1 menjadi Pulo Gadung
9. ASMI menjadi Perintis Kemerdekaan
10. Cempaka Timur menjadi Cempaka Mas
11. RS Islam menjadi Sumur Batu
12. Cempaka Tengah menjadi Cempaka Baru
13. Ps Cempaka Putih menjadi Pasar Cempaka Putih
14. Senen menjadi Pasar Senen
15. Atrium menjadi Senen Raya
16. Deplu menjadi Pejambon
17. Gambir 1 menjadi Gambir
18. Monas menjadi Monumen Nasional
Koridor 3
Berita Terkait
-
Perubahan 121 Nama Halte Transjakarta Minim Sosialisasi, PKS: Pelanggan Dirugikan!
-
Jangan Sampai Terkecoh! Ini Daftar 121 Nama Baru Halte Transjakarta
-
Foto Pj Gubernur Heru di Halte TrasnJakarta Diprotes, Legislator PKS Curigai Ini
-
Stiker Wajah Heru Budi di Halte Dianggap Bikin Halte Jelek, Kadishub DKI: Itu Memang Tempat Pasang Iklan
-
Fotonya Diprotes Gegara Dinilai Bikin Halte Jelek, TransJakarta Bela Heru: Itu Ajakan Pemilu Aman
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara