Suara.com - Calon presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengucapkan selamat ulang tahun kepada Megawati Soekarnoputri yang saat ini menginjak usia 77 tahun. Ia pun menulis secara lengkap gelar dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.
"Selamat ulang tahun ke 77 Presiden Republik Indonesia ke 5, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri," tulis Ganjar di instagram, dikutip Selasa.
Tak lupa, mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga mendoakan supaya Mega diberi kesehatan dan selalu bahagia.
"Semoga sehat dan bahagia selalu. Salam metal, bu. Menang total," doa Ganjar.
Rupanya, banyak warganet yang terkejut melihat gelar yang disandang oleh Mega. Mereka mempertanyakan gelar Profesor yang disandang oleh Mega.
"Gelarnya prof ? Dr ? Kampus nya dimana yaa ? Bukan nya saat orde lama," komentar warganet.
"Mantap gelarnya prof, professor jalur mana ini btw," timpal warganet lainnya.
Diketahui, Ibu Puan Maharani itu memperoleh berbagai gelar yang berasal dari berbagai kampUs, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari berbagai negara. Berikut daftar gelar Megawati yang diperoleh dari seluruh dunia.
1. Doktor Honoris Causa dari Jepang
Baca Juga: Ganjar Cuitkan Nasihat Sunan Kalijaga, Ditujukan Buat Gibran?
Tahun 2001 silam, Megawati pernah mendapatkan gelar doktor honoris causa dalam bidang politik dari Waseda University. Gelar yang sama juga pernah diraih Megawati dalam bidang kemanusiaan dari Soka Japan University Tokyopada pada tahun 2020.
2. Doktor Honoris Causa dari Indonesia
Megawati juga menerima begitu banyak penghargaan dan gelar kehormatan dari berbagai instansi di Indonesia. Beberapa Instansi yang memberi gelar untuknya seperti Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Padang, serta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
IPDN pernah memberikan gelar doktor honoris causa untuk Megawati sebagi penghargaan atas kontribusinya di bidang politik dan pemerintahan Indonesia. Selain IPDN, Universitas Pertahanan (Unhan) juga memberikan gelar profesor kehormatan kepada Megawati pada tahun 2021 lalu.
3. Doktor Honoris Causa dari Korea Selatan
Tak tanggung-tanggung, Megawati pernah menerima dua gelar doktor honoris dari perguruan tinggi Korea Selatan. Kedua gelar yang diraih Mega, yaitu berasal dari Mokpo National University pada tahun 2017 serta Korea Maritime and Ocean University Busan di tahun 2015 lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Yenny Wahid Bagikan Momen saat Ganjar Pranowo Rapikan Lengan Baju Siti Atikoh: Romantis Banget Ya
-
Momen Ganjar Pranowo Bertemu Mantan Pengasuhnya saat Berkunjung ke Lampung Selatan: Sehat Terus Nggih Mbak
-
Bukan Cuma Jago Debat, Kartika Putri Juga Ingin Semua Capres Pandai Baca Alquran
-
Ganjar Pranowo: Pak Jokowi Weekend Sering Ketemu Cucu, Sekaligus Kunjungan Kerja
-
Momen Ibu-ibu Spill Isi Nasi Kotak Pemberian Ganjar Pranowo: Makasih tapi Aku...
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?