Suara.com - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode Muhammad Syarif mengatakan pembagian bantuan sosial atau bansos yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini tidak tepat sasaran.
Sebab, bansos merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan dan terdata.
"Itu (bansos) pemerintah dan KPK sepakat memberikannya kepada orang-orang yang tercatat by name by address," ujar Laode saat ditemui di gedung C1 KPK, Jakarta, Senin (05/02/24).
Menurut Laode, bansos saat ini diberikan kepada orang-orang yang tidak tercatat sebagai penerima. Hal itu dinilainya sebagai bentuk pelanggaran.
"Kami melihat bansos itu diberikan tidak sesuai lagi, berarti itu kan melanggar kesepakatan program pemerintah itu sendiri. Bahkan sekarang dibagi-bagikan ke semua orang yang lewat boleh merima bansos," ujarnya.
Menurut Laode, pembagian bansos yang tidak tepat sasaran oleh pemerintahan Jokowi berbau kepentingan politik untuk meraih simpati masyarakat dalam mendukung salah satu capres-cawapres.
"Yang kayak begitu enggak boleh dan itu ditengarai ada benturan kepentingan atau conflict of interest," tegasnya.
Jumlah pembagian bansos ada peningkatan jelang Pemilu 2024, dibanding masa pandemi Covid-19. Selain itu, pembagian bansos yang tidak tepat sasaran berdampak pada anggaran negara.
"Terbukti bansos itu jauh lebih tinggi sekarang ini dibanding tahun-tahun sebelumnya, padahal enggak covid lagi. Ini berdampak pda anggaran negara dan juga program pemerintah itu sendiri," tuturnya.
Baca Juga: Cegah Disintegrasi Bangsa, Civitas UPI Bandung: Jokowi Stop Cawe-cawe!
________________________________
Muhamad Iqbal Fathurahman (Magang)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan