Suara.com - Massa aksi mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo mundur dari jabatan membubarkan diri dari kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Pantauan Suara.com, para demonstran membubarkan diri sekitar pukul 19.15 WIB. Sebelum bubar, sekelompok demonstran menyerukan agar aksi terus dilanjutkan sampai didengar.
"Sesuai dengan hasil konsolidasi tadi kami bersepakat untuk bubar. Semua sudah dilakukan secara demokratis," kata korlap aksi yang tak mau menyebutkan namanya.
"Ya sudah yang mau pulang silakan pulang, yang masih mau main silakan main," timpal mahasiswa lainnya.
Beberapa massa yang ogah pulang, kemudian berkumpul di tengah jalan perempatan Harmoni. Mereka membakar sejumlah alat peraga kampanye (APK) seperti spanduk, baliho yang sebelumnya dilucuti dari pingir jalan.
Tak lama kemudian, massa yang bertahan pun akhirnya bubar dengan sendirinya. Satu persatu mereka membubarkan diri tanpa diusir aparat kepolisian. Mereka bubar dengan tertib, meski sempat terlibat cekcok dengan petugas kepolisian.
Tuntutan
Dalam aksi unjuk rasa ini para mahasiswa menyampaikan empat tuntutan. Adapun keempat tuntutan disuarakan, pertama memakzulkan Presiden Jokowi.
Kemudian memboikot partai politik yang tidak mendukung pemakzulan Jokowi. Mendesak para menteri untuk mundur dari kabinet pemerintahan Jokowi. Terakhir, menyerukan protes masyarakat seluruh Indonesia sampai Presiden Jokowi dimakzulkan.
Baca Juga: Viral Lagi Tudingan Jokowi Korbankan Ahok Agar Tak Jadi Rival Capres
Selain itu, ada 10 isu yang digaungkan oleh pihak mahasiswa, yakni tentang pemilu curang, korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemudian soal konflik agraria, monopoli sumber daya alam.
Kerusakan lingkungan, pendidikan dan kesehatan mahal, serta kebebasan sipil. Keadilan ekonomi dan gender, kekerasan aparat, dan produk hukum bermasalah juga menjadi isu yang akan disuarakan.
Sempat diintimidasi
Sebelumnya, beberapa mahasiswa dari berbagai kampus melakukan diskusi dan konsolidasi merespon situasi negara saat ini, pada Sabtu (3/2) malam.
Iqbal yang saat itu berada di lokasi mengatakan, saat diskusi sedang berlangsung ada sekelompok orang tidak dikenal (otk) mencoba merangsek masuk dan membubarkan acara diakusi tersebut.
“Ketika dilarang mereka marah dan terjadi cekcok,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan