Suara.com - Jaringan Gusdurian melihat wacana pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) satu putaran untuk menghemat anggaran adalah sebuah framing yang perlu dipertanyakan. Karena menghemat anggaran adalah alasan yang mengada-ada.
Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan jika wacana pemilihan presiden satu putaran itu sebatas wacana tentu harus dihormati sebagai hak berpendapat. Tetapi sebetulnya dua putaran itu punya banyak tujuan.
"bukan hanya soal penghematan anggaran. Ada banyak tujuan lain," ujar Alissa Wahid di Bantul, Jumat (9/2/2024).
Dia meminta agar kata penghematan anggaran harus dibuang jauh-jauh. Karena untuk masa depan bangsa maka berapapun anggaran yang dibutuhkan maka itu bisa dilakukan.
Menurutnya anggaran yang dikeluarkan dalam proses Pemilu itu investasi bukan pemborosan dan bukan kerugian negara. Jika demikian, maka tentunya keputusan Presiden bisa menaikkan anggaran Bansos secepat itu juga perlu dipertanyaan.
"Karena kalau Bansos itu ditarik, dibagikan pada awal bulan Februari Lalu nanti bulan Maret aprilnya akan bagaimana. Apakah nanti akan ada perubahan anggaran lagi. nah itu hal-hal seperti itu harus dipertanyakan," tambahnya.
Menurutnya, persoalan anggaran tidak boleh disamakan oleh kerugian atau tidak. Karena efektif bukan efisiensi di mana yang bangsa Indonesian butuhkan saat ini adalah efektivitas karena kita bicara kepemimpinan jangka panjang.
"Namun kalau efisiensi yang sudah mana yang lebih murah,"tuturnya.
"dan (itu) sudah disiapkan mekanismenya dalam undang-undang pemilu. Jadi ngapain diributkan soal anggaran, " tambahnya.
Baca Juga: Ahok Tolak Pilpres 1 Putaran demi Hemat Anggaran: Et, Rp26 Miliar Tak Ada Artinya...
Karena baginya, yang paling penting adalah masyarakat harus memastikan proses Pemilu ini berlangsung dengan baik. Sehingga wacana satu putaran itu adalah framing maka jangan sampai kemudian menjadi faktor yang mempengaruhi jalannya Pemilu.
Karena Bangsa Indonesia betul-betul membutuhkan pemilu yang jurdil. Oleh karena itu, kalau Pemilu jurdil itu bisa dicapai dengan satu putaran maka tidak apa-apa. Namun kalau jurdil itu harus melakukan Pemilu dua putaran itu maka harus dilaksanakan dua putaran.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Alissa Wahid Ingatkan KPU dan Bawaslu Jangan Lagi Langgar Etika Agar Hasil Pemilu Diakui Legitimasinya
-
Hasil Survei Indikator Politik Buka Peluang Pilpres 2024 Satu Putaran, Siapa yang Menang?
-
Hasil Survei Indikator Politik Terbaru, Peluang Pilpres 2024 1 Putaran atau 2 Putaran?
-
Ahok Tolak Pilpres 1 Putaran demi Hemat Anggaran: Et, Rp26 Miliar Tak Ada Artinya...
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana