Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengaku tidak diberitahu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri ATR/BPN.
Padahal, Paloh dan Jokowi bertemu di Istana pada Minggu (18/2/2024). Tiga hari berselang pada Rabu (21/2/2024), AHY dilantik di Istana oleh Jokowi sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju.
"Kemarin Pak Jokowi masih merahasiakan itu sama saya," ucap Paloh di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2024).
Paloh mengatakan Jokowi sama sekali tidak menyinggung tentang pelantikan AHY ketika bertemu di Istana.
"Jokowi diam-diam saja, masa saya tanya," kata Paloh.
Sebelumnya, Paloh mengucapkan selamat kepada AHY dan Demokrat yang kini sudah resmi menjadi bagian kabinet Jokowi.
"Saya ucapkan selamat," ujar Paloh kepada wartawan.
Paloh mengatakan bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya hak dari Jokowi. Ia tidak ingin banyak berkomentar terkait hal tersebut.
"Itu hak prerogatif presiden, konsistensi kita kan itu hak prerogatif presiden. Mau ngangkat siapa, latar belakangnya apa," ucap Paloh.
Sebagai informasi, perwakilan Partai Demokrat yang mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 akhirnya kebagian jatah menteri di kabinet Jokowi.
AHY resmi dilantik menjadi Menteri ATR/BPN oleh Jokowi di Istana Negara, Rabu (21/2/2024).
Ketum Partai Demokrat itu menggantikan posisi Hadi Tjahjanto yang digeser menjadi Menko Polhukam. Setelah resmi dilantik, AHY dan Hadi Tjahjanto mengucap sumpah jabatan di depan Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM
-
Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta
-
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?