Suara.com - Viral video di media sosial yang menunjukkan caleg gagal meneror warga dengan petasan, di daerah Patokbeusi, Kabupaten Subang, pada Minggu (18/2) lalu. Ia mengamuk dengan cara menyalakan petasan jumbo di sejumlah lokasi di Kabupaten Subang.
Seperti menyalakan petasan di atas menara Mesjid. Akibat aksi caleg yang disebut berasal dari Dapil 4 Subang ini , beberapa warga harus dirawat di rumah sakit karena tak kuat mendengar dentuman petasan jumbo itu.
Melansir dari berbagai sumber seorang warga menyebutkan ada sembilan warga yang dibawa ke Puskesmas karena mendengar suara petasan.
Baca juga:
Warga Sudah Panik, Bocah di Brebes yang Dikira Tenggelam Malah Nonton Tim SAR Nyari di Sungai
Siapa Erlin Suastini, Paling Berani Terobos Jokowi dan Kebal Diusir Paspampres?
Bahkan, seorang nenek berumur 60 tahun dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia. Ia sempat drop usai mendengar suara petasan karena memiliki riwayat penyakit jantung.
video caleg membuat onar ini diunggah ulang akun Instagram @viral01 dan memantik berbagai komentar dari netizen. Netizen menganggap bahwa caleg ini tak siap kalah dan berlaku onar.
"Kalo belom siap kalah jangan pernah ikut kompetisi," tulis netizen di akun tersebut.
Ini bukan kali pertama caleg gagal di pileg tidak bisa menerima kemenangan. Sebelumnya bberedar video di media sosial yang menampilkan aksi caleg mencabut paving block yang diduga merupakan bantuan dari dirinya.
Caleg ini kecewa dengan hasil suara yang diperolehnya dalam Pemilu 2024 dan menarik kembali semua bantuan paving block yang sudah diberikan kepada masyarakat.
Berita Terkait
-
Profil Tariza Tiara Caleg Termuda Demokrat yang Tantang Fedi Nuril Turun Gelanggang
-
Komeng sampai Verrel Bramasta, Ini 15 Caleg Artis Bakal Lolos ke Senayan Pemilu 2024
-
Diduga Stres Gagal Jadi Caleg, Pria Ini 'Halu' Pakai Jas Setiap Hari
-
15 Daftar Nama Caleg Artis Bakal Lolos ke Senayan Pemilu 2024, Komeng Sampai Verrel
-
Daftar Nama Caleg Artis Bakal Gagal Masuk Senayan dalam Pemilu 2024
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Kekerasan Aparat yang Berulang: Mengurai Jejak Pola Serupa dari Kasus Gamma hingga Arianto
-
Skandal Sertifikat K3: KPK Endus Aliran Uang Haram ke Pejabat Kemnaker dalam Penerbitan SKP
-
Program Bang Jasri Digelar Serentak, Polisi Bersih-Bersih Masjid dan Bagikan Takjil Selama Ramadan
-
Detik-detik Pajero Hantam JakLingko Setelah Seruduk Tiga Motor di Persimpangan Cilandak