"Saat ini pendampingan masih berlangsung di kepolisian nanti sampai masuk ke kita UPTD PPA. Kita berikan perlindungan ini tidak hanya fisiknya tetapi psikisnya," ungkap Dedy.
Dedy mengatakan pendampingan dan perlindungan yang diberikan pada korban yang masih di bawah umur tersebut bertujuan untuk menguatkan korban. Dia juga menyebut pendampingan juga dilakukan untuk memberi rasa aman ke korban.
"Pendampingan ini bagaimana dia bisa menghadapi ke depannya, merasa khawatir kemudian juga hak-haknya seperti bersekolah, kita akan menggali kenapa putus sekolah dan lainnya," ujar dia.
4. Viral di X
Belum lama ini bereda sebuah video aksi bullying yang dilakukan remaja wanita di Batam. Video yang viral di media sosial Twitter (X) itu memperlihatkan 4 remaja wanita melakukan aksi perundungan kepada 2 wanita.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @dafylight, pelaku menendang tubuh hingga kepala salah satu korban yang mengenakan baju hitam dan celana kuning. Bahkan meski korban sudah menangis karena kesakitan, pelaku justru memberikan kata-kata kasar.
"Gak usah nangis. Kau ini jangan teriak lagi," ucap salah satu pelaku yang melayangkan tendangannya.
Selain itu terdapat korban lain berbaju putih yang terlihat sudah terduduk di lantai. Kemudian salah satu pelaku menendang kepala korban dengan keras.
Korban bullying yang mengenakan kaos putih itu pun tersungkur kesakitan. Usai ditendang, pelaku lainnya tampak menjambak rambut korban hingga tersungkur di lantai.
Baca Juga: Dengar Kasus Bullying di Sekolah Kembali Marak, Jokowi: Saya Betul-betul Khawatir
Aksi bullying itu diketahui terjadi di Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (29/2/2024) lalu. Viralnya video itu mendapat kecaman dari netizen yang menyayangkan aksi bullying masih terus dilakukan dan dialami oleh para remaja.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Jokowi Wanti-wanti Pihak Sekolah Selesaikan Kasus Bullying: Biasanya Ditutup-tutupi Demi Nama Baik
-
Dengar Kasus Bullying di Sekolah Kembali Marak, Jokowi: Saya Betul-betul Khawatir
-
Aksi Perundungan di Batam Viral, Terduga Pelaku Didatangi Keluarga Korban, malah Mewek Ketakutan
-
Miris! Viral Video Aksi Bully Sekelompok Remaja Putri, Korban Ditendang Berulang Kali
-
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bullying Geng Tai, Korban Alami Sejumlah Luka Fisik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!