Suara.com - Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang disebut-sebut akan maju di Pilkada DKI Jakarta 2024 mendatang.
Namun, hal itu langsung dibantah oleh Ridwan Kamil, lantaran dirinya masih fokus untuk mendengarkan hasil Pemilu 2024. Bahkan, suami dari Atalia Praratya itu juga masih mempertimbangkan untuk maju kembali di Pilkada Jabar.
Kali ini nampaknya Ridwan Kamil memiliki pesaing cukup berat dari politisi Partai Gerindra yakni Dedi Mulyadi jika maju di Pilkada Jabar.
- Emosi Kalah, Caleg Subang Nyalakan Petasan dan Bongkar Jalan, Dedi Mulyadi Turun Tangan
- Dapat Suara Tertinggi di PAN Dapil Jabar 4, Desy Ratnasari Terancam Tak Lolos ke Senayan, Kok Bisa?
Pasalnya, Dedi Mulyadi berdasarkan hasil sementara hitung cepat KPU, eks Bupati Purwakarta mendapatkan suara terbanyak 304.844 saat maju menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra.
Bahkan, Kang Dedi sapaan akrabnya itu saat ini menjadi caleg DPR RI dengan raihan suara terbanyak se-Indonesia.
Nah kali ini, Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan dari Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah untuk maju di Pilkada Jabar 2024.
Dukungan itu muncul pada unggahan video akun instagram @dedimulyadi71. Terlihat Dedi Mulyadi tengah satu mobil bersama Gus Miftah.
Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu mengatakan, bahwa saat ini Dedi Mulyadi menjadi kandidat calon terkuat untuk maju di Pilkada Jabar 2024.
Hal tersebut terlihat saat Dedi Mulyadi kata dia mendapatkan raihan suara terbanyak se-Indonesia saat maju menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra.
Baca Juga: Terlalu Mudah Lawan Ridwan Kamil Karena Bukan Anak Presiden, Ahmad Sahroni Sentil Gibran
"Saya bersama peraih suara terbanyak se-Indonesia, menurut saya (Dedi Mulyadi) kandidat terkuat Gubernur Jawa Barat," kata Gus Miftah, dikutip Minggu (3/3/2024).
Lanjut pendukung Prabowo-Gibran itu, Dedi Mulyadi merupakan salah satu orang baik, tentunya harus bersinergi dengan semua orang.
"Artinya orang baik itu bersinergi, karena kalau orang baik itu terpecah, maka orang fasik yang akan menjadi pemenangnya," cetusnya.
Mengenal sekilas Dedi Mulyadi.
H. Dedi Mulyadi lahir 11 April 1971, dia adalah seorang aktivis dan politikus berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah pemilihan Jawa Barat VII dan duduk di Komisi VI dari 2019 hingga 2023.
Sebelumnya, Dedi menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode berturut-turut dari 2008 sampai 2018. Kiprahnya menjadi bupati bermula setelah dirinya terpilih pada Pilkada 2008 dengan menjadikan Dudung Bachtiar Supardi sebagai wakilnya di pemerintahan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan