Suara.com - Momen para jamaah umroh yang diduga dari Malaysia berebut mencium hajar aswad yang ada di Ka'bah, Mekkah viral di media sosial. Detik-detik para rombongan jamaah yang akan mencapai hajar aswad justru mendapat hujatan karena mengganggu jamaah lain.
Melansir dari Instagram @kabarnegri, Selasa (5/3/2024) para jamaah umroh tersebut bersusah payah mencapai Ka'bah. Jamaah dari negara lain pun berusaha untuk merangsek masuk ke barisan depan untuk bisa menyentuh Ka'bah, termasuk hajar aswad-nya.
"Beredar video jamaah Malaysia berusaha mencium hajar aswad, namun terlihat memaksa dan menyakiti orang sekitar," tulis caption video tersebut.
Rombongan jamaah tersebut awalnya membuka jalan bagi perempuan yang mengekor di belakang. Pimpinan rombongan yang merupakan laki-laki berbadan kekar, membuat jalan sambil berteriak dan sesekali menggeser jamaah lainnya untuk menepi sejenak.
Baca Juga:
Pantas Gercep Ambil Saweran, Tarif Manggung Ahmad Dhani Cuma Separuh Harga Satu Tas Emas Mira Hayati
Siti Atikoh Kuliah Jurusan Apa? Diam-Diam Punya Penghasilan Dua Digit, Tapi Pilih Pensiun Dini
Kondisi sekitar Ka'bah memang cukup ramai, para jamaah perempuan, terpaksa tergencet oleh mayoritas jamaah pria yang sudah lebih dulu mencapai bibir Ka'bah.
"Cara nak ajar bersabar (ini cara untuk bersabar). Waktu ini saya just mampu cakap dengan tim untuk tahan sikit lagi (saat itu saya hanya bilang ke tim saya untuk bertahan sedikit lagi)" cerita jamaah yang disematkan di dalam video.
Ia menceritaka ada tiga perempuan dan beberapa pria yang membantu mengawal para jamaah perempuan mencapai Ka'bah. Setelah perjuangan berdesak-desakan. Tiga perempuan dan rombongan tersebut berhasil mencium hajar aswad.
Momen berebut mencium hajar aswad yang dilakukan jamaah dari Malaysia tersebut justru mendapat kritikan.
"Ini salah ya teman-teman, jangan ditiru. Dzolim ke saesama tamu Allh," celetuk netizen pertama.
"Itu enggak wajib bro, lebih wajib jaga hak-hak orang di sekitar kita," sebut lainnya.
"Kalau kita enggak sabar malah jadi hajar orang," canda netizen lain.
"Bener nih, banyak orang gelap mata demi cium hajar aswad," ujar lainnya.
Berita Terkait
-
Kalahkan Unggulan Malaysia, Sabar/Reza Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026
-
Sudin Pertamanan Jakpus: Pohon Tumbang Matraman Ada di Area SPBU, Korban Tidak Luka Serius
-
Bikin Nyesek, Bayi Nangis Kangen Ibunya yang Jadi Korban Kecelakaan Saat Hamil
-
Bikin Nyesek, Bayi Nangis Kangen Ibunya yang Jadi Korban Kecelakaan Saat Hamil
-
Panen Uang Rp7 Juta Hasil Nabung Setahun di Pintu: Kok Gak Dimakan Rayap?
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI
-
Menteri Trenggono Pingsan Saat Pimpin Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR
-
Update Terbaru Kenaikan Gaji PNS, PPPK, dan TNI-Polri Tahun 2026
-
Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
-
Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
-
Laba Triliunan, Sinyal Tersendat: Paradoks IndiHome di Bawah Raksasa Telekomunikasi
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026