- BMKG mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem selama mudik dan balik Lebaran 2026 karena dominasi awan tebal hingga hujan lebat.
- Kepala BMKG menyampaikan ini pada Raker Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), mengenai prakiraan cuaca.
- Tiga provinsi prioritas waspada curah hujan sangat tinggi saat Lebaran adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.
Berdasarkan prakiraan terbaru, kondisi cuaca pada hari raya tersebut diprediksi akan didominasi oleh awan tebal hingga hujan dengan intensitas lebat.
Hal itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Faisal memaparkan bahwa sepanjang bulan Maret, curah hujan masih akan sering mengguyur wilayah Indonesia.
"Di sini dapat kita lihat bahwa untuk tanggal 11 sampai 20 Maret serta 21 sampai 30 Maret, ini kondisi cuaca diprediksi hujan ringan hingga sedang," ujar Faisal dalam rapat.
Memasuki periode Lebaran 2026, BMKG memberikan catatan khusus bagi para pemudik. Faisal menjelaskan bahwa cuaca pada saat Idul Fitri diprakirakan tidak menentu dengan potensi hujan yang cukup tinggi.
"Pada saat lebaran sendiri, ini diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat," tuturnya.
Faisal secara spesifik meminta perhatian ekstra untuk tiga provinsi yang diprediksi akan mengalami curah hujan paling tinggi saat Lebaran.
Wilayah-wilayah tersebut merupakan jalur utama yang kerap dipadati oleh pemudik.
Baca Juga: Lebaran 2026: 400 Mal Gelar Diskon 70 Persen, Target Transaksi Tembus Rp53 Triliun
"Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," tuturnya.
Kondisi cuaca basah ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga bulan berikutnya. Menurut Faisal, curah hujan pada bulan April mendatang masih berada pada kategori yang patut diantisipasi.
"Pada bulan April umumnya hujan diprediksi pada kategori menengah hingga tinggi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Faisal menjelaskan fluktuasi curah hujan di wilayah selatan Indonesia untuk beberapa waktu ke depan.
"Jadi diperkirakan sampai dengan minggu ini, khusus untuk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara itu masih cukup tinggi curah hujannya, dan memasuki minggu depan itu mulai menurun," pungkasnya.
Berita Terkait
-
5 Sheet Mask untuk Mencerahkan Wajah Secara Instan Jelang Lebaran 2026
-
30 Prompt AI untuk Desain Kartu Ucapan Lebaran Gratis dengan Berbagai Tema Menarik
-
Lebaran 2026: 400 Mal Gelar Diskon 70 Persen, Target Transaksi Tembus Rp53 Triliun
-
Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI
-
Siap Cantik Saat Lebaran: 5 Lipstik Transferproof Tahan Minyak dan Keringat
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan